Buka konten ini

BATAM (BP) – Para finalis Pemilihan Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 kembali mendapatkan pembekalan dalam rangkaian karantina yang berlangsung di Ayola Signature Ocarina Batam, Kamis (7/5). Pada sesi kali ini, materi disampaikan Ketua Solidaritas Pembawa Acara Kota Batam (SWARA) sekaligus pendiri Yayasan Sosial Lentera Hati Maharani/Sahabat Inspirasi, Maharani Purba. Ia membawakan materi mengenai public speaking dan pengembangan kepercayaan diri.
Dalam pemaparannya, Rani menegaskan kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki seorang duta wisata.
“Public speaking bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana menyampaikan pesan dengan baik, membangun komunikasi yang efektif, dan mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah dasar penting dalam public speaking, mulai dari mengenali audiens, mempersiapkan materi, mengatur intonasi suara, menguasai bahasa tubuh, hingga menjaga tempo bicara agar pesan dapat dipahami dengan baik.
Selain itu, para finalis juga dibekali pemahaman mengenai cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Menurut Rani, rasa grogi merupakan hal yang wajar, namun harus mampu dikendalikan melalui latihan dan persiapan yang matang.
“Rasa gugup itu alami, tetapi jangan sampai menguasai diri kita. Kuncinya adalah persiapan, latihan, serta membangun afirmasi positif dalam diri. Tanamkan bahwa saya bisa, saya berani, dan saya mampu,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi praktik dan simulasi berbicara di depan peserta lain. Para finalis tampak antusias mengikuti setiap arahan sebagai bekal untuk tampil percaya diri dalam berbagai kegiatan promosi maupun komunikasi publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki finalis Duta Wisata Encik dan Puan.
“Seorang duta wisata harus mampu menjadi komunikator yang baik. Mereka nantinya akan berinteraksi dengan banyak orang, baik wisatawan, masyarakat, maupun tamu dari luar daerah hingga mancanegara. Karena itu, kemampuan public speaking dan kepercayaan diri sangat penting untuk terus diasah,” ujarnya.
Ia berharap materi yang diberikan selama masa karantina dapat membantu para finalis berkembang menjadi generasi muda yang lebih siap dan profesional.
“Kami ingin para finalis tidak hanya unggul dari segi penampilan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, wawasan, serta karakter yang baik. Dengan begitu, mereka dapat menjadi representasi positif Kota Batam dalam mempromosikan pariwisata dan budaya daerah,” tambahnya.
Kegiatan karantina Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintahan, akademisi, praktisi, hingga tokoh budaya sebagai bagian dari pembinaan menuju malam grand final. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO