Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di ruas jalan sebelum Bundaran Punggur, Kota Batam, Kamis (7/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden tersebut berlangsung dramatis setelah Toyota Avanza terguling di badan jalan usai terlibat tabrakan dengan dua kendaraan lainnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan itu menyebabkan kerusakan cukup parah pada kendaraan yang terlibat dan sempat memicu perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Tiga kendaraan yang terlibat yakni Toyota Kijang LGX BP 1285 EY yang dikendarai Dimas, Toyota Avanza putih BP 1238 J yang dikemudikan seorang wanita, serta Toyota Harrier BP 1188 PV. Ketiganya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda akibat benturan keras.
Berdasarkan keterangan di lokasi, kecelakaan bermula saat Kijang LGX bermuatan pupuk melaju dari arah Batuaji menuju Punggur. Saat melintas di jalur kedua dari kanan sebelum Bundaran Punggur, kendaraan tersebut diduga diserempet Toyota Avanza dari arah samping belakang.
“Waktu itu saya jalan biasa saja. Tiba-tiba Avanza putih dari samping kiri belakang nyerempet mobil saya,” ujar Dimas saat ditemui di Unit Laka Lantas Polresta Barelang.
Akibat benturan tersebut, Kijang LGX sempat bergerak ke arah kiri jalan. Sementara Toyota Avanza kehilangan kendali hingga melenceng ke kiri dan kembali menghantam Toyota Harrier yang berada di sisi jalan. Benturan keras membuat Avanza akhirnya terguling di badan jalan.
Toyota Harrier juga mengalami kerusakan cukup parah. Kendaraan itu bahkan terpental hingga ke sisi drainase bersama Avanza yang terbalik. Kondisi kendaraan yang rusak di pinggir jalan sempat menarik perhatian pengguna jalan dan menyebabkan arus lalu lintas melambat.
Beruntung, seluruh pengendara dilaporkan selamat. Pengemudi Avanza hanya mengalami syok dan sempat dimintai keterangan oleh petugas di Unit Laka Lantas Polresta Barelang.
Sementara itu, Kijang LGX yang dikendarai Dimas hanya mengalami kerusakan ringan berupa lecet di bagian kiri belakang kendaraan. Dimas juga membantah melakukan pengereman mendadak sebelum tabrakan terjadi.
“Saya paling jalan sekitar 60 kilometer per jam karena bawa pupuk. Mobil tua juga mana mungkin ngebut. Saya sama mama saya di dalam mobil. Tidak ada ngerem mendadak, saya yang ditabrak dari belakang,” tegasnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, AKP Viktor Hutahaean, membenarkan adanya kecelakaan beruntun tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden itu.
“Kejadian sedang ditangani Satlantas Polresta Barelang,” ujarnya singkat. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO