Buka konten ini

KASUS dugaan perundungan yang melibatkan siswa SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Bintan, berakhir damai melalui musyawarah di Gedung Lembaga Adat Melayu Bintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (29/4).
Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak. Ketua LAM Bintan, Dato Syahri Bobo, menyebut penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan melalui musyawarah mufakat.
“Dalam surat pernyataan itu, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara damai,” ujar Syahri.
Dalam kesepakatan tersebut, korban dan dua terduga pelaku akan menjalani pemulihan psikis dengan pendampingan tenaga profesional. Proses ini melibatkan psikolog serta dukungan dari UPT PPA Dinas P2KB Kabupaten Bintan.
Selain itu, keluarga terduga pelaku juga memberikan bantuan sukarela sekitar Rp1 juta sebagai bentuk tali asih kepada keluarga korban. Kedua pihak turut menyepakati bahwa pelanggaran terhadap perjanjian ini dapat berujung pada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Syahri berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia juga mengingatkan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan, khususnya saat jam istirahat.
“Ketika jam istirahat, sebaiknya kelas dalam keadaan kosong agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia menilai, kejadian ini tidak lepas dari kelalaian pengawasan karena kelas masih digunakan saat jam istirahat.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Mustafa Kamal, mengatakan peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi sekolah. Ke depan, pihaknya akan memperketat pengawasan dan memastikan tidak ada ruang tanpa pengawasan saat jam istirahat.
“Sosialisasi antibullying juga akan kami tingkatkan kepada siswa,” ujarnya.
Ia juga mengimbau siswa yang mengalami atau mengetahui tindakan perundungan segera melapor kepada wali kelas atau pihak sekolah.
Kepala UPT PPA Dinas P2KB Bintan, Wuri Handayani, menambahkan pihaknya akan terus mendampingi korban maupun terduga pelaku dalam proses pemulihan.
Ketiganya dijadwalkan menjalani pendampingan psikologis di RSJKO Engku Haji Daud.
“Bukan hanya anak, orang tua dari kedua belah pihak juga akan ikut menjalani pemulihan psikis,” ujarnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY