Buka konten ini

TOKYO (BP) – Kapal tanker Jepang, Idemitsu Maru, yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Kyodo News, kapal milik perusahaan energi Idemitsu Kosan tersebut sebelumnya memasuki Teluk Persia pada 25 Februari, namun sempat tertahan akibat konflik yang memanas di wilayah tersebut.
Pada Selasa malam, kapal melintasi perairan selatan Pulau Larak melalui jalur yang direkomendasikan Iran. Selanjutnya, pada Rabu pagi, kapal bergerak menuju Samudra Hindia.
Sebelumnya, tiga kapal tanker yang terkait dengan Jepang juga dilaporkan telah berhasil melintasi Selat Hormuz sejak konflik pecah.
Pemerintah Jepang mencatat hingga 28 April masih terdapat 42 kapal Jepang yang berada di kawasan Teluk Persia.
Seiring keberhasilan pelayaran Idemitsu Maru, Kedutaan Besar Iran di Jepang turut menyinggung hubungan historis kedua negara dengan merujuk pada insiden Nissho Maru pada 1953.
“Misi bersejarah Nissho Maru milik Idemitsu Kosan pada 1953 untuk mengangkut minyak Iran ke Jepang menjadi bukti persahabatan panjang kedua negara. Warisan ini tetap bermakna hingga kini,” demikian pernyataan tersebut.
Sebagai catatan, pada 1951 Iran menasionalisasi industri minyaknya, yang memicu ketegangan dengan negara-negara Barat, terutama Inggris. Dampaknya, perdagangan minyak Iran sempat diblokir.
Namun Jepang tetap mengirim kapal tanker untuk mengangkut minyak dari Iran, meski menghadapi tekanan internasional.
Peristiwa itu kemudian dikenang di Jepang sebagai simbol kemandirian kebijakan energi demi kepentingan nasional. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY