Buka konten ini

BATAM (BP) – Perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA) berlangsung khidmat, Kamis malam, dihadiri ribuan umat Katolik yang memadati gereja.
Rangkaian ibadah Pekan Suci tersebut juga mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan lancar.
Misa dipimpin Romo Andre bersama Romo Ngadiyono. Umat mengikuti seluruh rangkaian liturgi dengan penuh kekhusyukan, mengenang peristiwa Perjamuan Terakhir, saat Yesus Kristus berkumpul bersama para rasul sebelum penyaliban.
Suasana ibadah berlangsung tenang dan sarat penghayatan. Setiap prosesi dijalani dengan penuh makna, mencerminkan kedalaman iman umat dalam mengenang pengorbanan Kristus.
Dalam homilinya, Romo Ngadiyono menekankan pentingnya nilai pelayanan dan kerendahan hati. Ia mengajak umat meneladani Yesus Kristus yang membasuh kaki para rasul sebagai simbol kasih dan pelayanan tanpa pamrih.
“Keteladanan Kristus ini menjadi panggilan bagi setiap umat untuk saling melayani, bukan untuk dilayani,” pesannya di hadapan jemaat.
Perayaan Kamis Putih menjadi awal dari rangkaian Tri Hari Suci yang dilanjutkan dengan peringatan Jumat Agung. Pada Jumat (3/4), umat kembali mengikuti prosesi Jalan Salib yang menggambarkan penderitaan Yesus menuju penyaliban, kemudian dilanjutkan dengan ibadah Jumat Agung yang berlangsung khidmat.
Untuk memastikan keamanan selama rangkaian ibadah, Polsek Batuaji memperketat pengamanan di sejumlah gereja. Personel ditempatkan di titik-titik strategis guna memberikan rasa aman bagi umat yang beribadah.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat selama perayaan Jumat Agung.
“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Personel kami tempatkan di sejumlah gereja yang melaksanakan ibadah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa gereja menjadi prioritas pengamanan karena dipadati jemaat dari berbagai wilayah di Batuaji. Jumlah personel di lokasi tersebut ditambah untuk mengantisipasi kepadatan, baik di dalam maupun di sekitar gereja.
“Kami memprioritaskan gereja dengan jumlah jemaat besar. Personel disiagakan di pintu masuk, area parkir, hingga di sekitar lokasi,” katanya.
Selain penjagaan di gereja, polisi juga mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan, seperti ruas jalan, kawasan permukiman, hingga lokasi yang relatif sepi selama ibadah berlangsung.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti pencurian kendaraan bermotor maupun aksi kriminalitas lainnya.
“Patroli kami lakukan selama ibadah berlangsung, baik di sekitar gereja maupun di titik rawan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ungkapnya.
Sebelum pelaksanaan ibadah, petugas juga melakukan sterilisasi di sejumlah gereja, baik di dalam maupun di area luar, termasuk lingkungan parkir, guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.
“Sterilisasi dilakukan sebelum jemaat datang. Kami ingin memastikan seluruh lokasi ibadah benar-benar aman,” katanya.
Hingga ibadah selesai, situasi di seluruh gereja di wilayah Batuaji dilaporkan aman dan lancar. Arus lalu lintas di sekitar gereja juga tetap terkendali meski sempat terjadi peningkatan volume kendaraan.
Polisi turut mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan saat beribadah, termasuk mengunci pintu dan jendela serta menggunakan pengaman tambahan pada kendaraan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO