Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penyanyi Sandy Canester merilis single terbaru berjudul “Pohon”. Lagu tersebut dirilis dipicu oleh bencana alam yakni longsor dan banjir besar yang terjadi di Sumatera pada penghujung tahun 2025.
Menurut Sandy Canester, lirik lagu Pohon sebenarnya sudah lama sejak sekitar 2017 silam. Namun dia memilih mendiamkan lagunya. Sampai akhirnya, bencana besar terjadi di Sumatera dan menelan banyak korban jiwa akibat deforestasi.
“Ada keraguan merilis lagu ini dari 2017. Tapi dengan adanya kejadian menyedihkan dialami saudara-saudara kita di Sumatera, hati ini bilang ini saatnya. Cuma waktu itu bentuknya masih demo,” ungkap Sandy Canester di bilangan Kuningan Jakarta Selatan.
Dia kemudian menghubungi sejumlah teman untuk membantu menggarap lagu ”Pohon”. Prosesnya dimudahkan sehingga akhirnya lagu “Pohon” dapat dirilis melalui platform Noice.
“Lagu ini bukan tentang saya, bukan tentang kita, tapi tentang pohon yang lagi berbicara dengan kita. Saya dititipi itu saja, walaupun saya bukan pohon dan tidak akan pernah jadi pohon,” tuturnya.
Lirik lagu Pohon ditulis Sandy Canester berawal dari kesukaannya mengajak berbicara pohon. Menurut dia, kebiasaan mengajak pohon berbicara sudah berlangsung lama saat masih duduk di bangku SMA.
“Almarhum ibu saya bilang, kalau sama pohon ajak ngobrol saja. Karena tugas saya waktu SMA nyiram bunga, nyiram pohon, di pekarangan rumah,” katanya.
Berkat saran dari mendiang ibunda, Sandy Canester selalu mengajak bicara pohon.
Baginya, pohon juga merupakan makhluk hidup yang bisa diajak untuk berinteraksi. Antara pohon dan manusia sama-sama memiliki jiwa.
Diceritakan Sandy Canester, salah satu pohon di rumahnya tidak kunjung berbuah. Dia pun mengajak pohon itu berbicara dimintanya untuk berbuah. Dan ajaibnya, sekitar satu bulan kemudian pohon itu mulai mengeluarkan bunga dan kemudian berbuah.
“Bahkan pohon itu lebih dulu berbuah meski belum musimnya,” ujar Sandy Canester.
Dari pengalaman ajaib tersebut, Sandy Canester tertarik untuk membuat lagu tentang pohon. Sandy Canester kembali mengajak mengobrol pohon mangga yang ada di belakang rumahnya.
“Akhirnya saya bilang sama dia. ‘Hon, gue pengen bikin lagu tentang lo nih, bantuin gue ya, kasih ide,” kata Sandy Canester.
Awalnya lagu yang mau dia buat tentang percintaan. Dari mulai jatuh cinta di pohon, putus pun di pohon. Namun ternyata lagunya tidak jadi dan Sandy Canester merasa hasilnya sangat jelek. (*)
Reporter : JP Group
Editor : GUSTIA BENNY