Buka konten ini

ISLAMABAD (BP) – Militer Pakistan melalui Operasi Ghazab lil-Haq memberikan serangan brutal ke Taliban Afghanistan di wilayah perbatasan kedua negara. Direktur Jenderal Inter-Services Public Relations Letjen Ahmed Sharif Chaudhry dari Layanan Antar-Parlemen Pakistan (ISPR) menyatakan, rezim Taliban yang berkuasa di Afghanistan harus memilih antara berpihak pada Pakistan atau organisasi teroris.
Pihaknya mengklaim telah berulang kali memperjelas bahwa rezim Taliban harus membuat pilihan yang jelas. Pilihan itu adalah berpihak pada organisasi teroris bersenjata seperti Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), Tentara Pembebasan Baloch, Daesh, Al-Qaed atau mempertahankan hubungan dengan negara tetangga Pakistan. ’’Mereka harus membuat pilihan. Pemerintah Pakistan telah memperjelas hal ini. Ini bukan hal baru. Mereka harus memilih terorisme atau Pakistan,’’ katanya dikutip dari The Nations.
Sementara itu, PBB telah mengeluarkan pernyataan untuk mendesak penghentian segera perang Pakistan dan Afghanistan, kemarin (28/2). Dan, segera diadakan dialog untuk menghormati hukum internasional, termasuk dalam hal situasi kemanusiaan. ’’Dapat saya sampaikan kepada Anda bahwa sekjen sangat prihatin atas eskalasi kekerasan antara Afghanistan dan Pakistan serta dampak yang ditimbulkan kekerasan tersebut terhadap penduduk sipil,’’ ungkap Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, dikutip dari Xinhua.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, kata Dujarric, kembali menekankan seruannya kepada pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan setiap perbedaan melalui jalur diplomasi.
Mengenai situasi kemanusiaan di Afghanistan, Dujarric mengatakan konflik selama bertahun-tahun, kemiskinan serta bencana alam seperti kekeringan dan gempa bumi, telah menyebabkan hampir setengah populasi negara tersebut membutuhkan bantuan kemanusiaan. ’’Jumlah ini akan terus meningkat jika konflik terus berlanjut atau meningkat,’’ ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO