Buka konten ini

POLA kerja yang menuntut seseorang duduk dalam waktu lama, sekitar 8 hingga 10 jam per hari, dinilai menjadi salah satu faktor utama kenaikan berat badan.
Kebiasaan ini tak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, sindrom ovarium polikistik, hingga hipertensi, terutama pada usia 30–40 tahun.
Dokter Astha Dayal menjelaskan, terlalu lama duduk dapat memperlambat metabolisme tubuh. Akibatnya, pembakaran kalori menjadi tidak maksimal dan lemak lebih mudah menumpuk, khususnya di bagian perut. Ia menekankan, perubahan gaya hidup sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.
Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh membakar lebih sedikit energi, sehingga kelebihan kalori disimpan sebagai lemak. Kondisi ini dalam jangka panjang berpotensi memicu penyakit jantung, gangguan hormon, hingga diabetes. Selain itu, tekanan kerja juga turut berperan. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori, sehingga memicu kebiasaan makan berlebihan.
Pola makan yang tidak teratur turut memperburuk kondisi. Kebiasaan melewatkan waktu makan, terutama sarapan, membuat seseorang cenderung mengonsumsi camilan tidak sehat atau makan dalam porsi berlebih di waktu berikutnya.
Penelitian dalam Journal of Translational Medicine menunjukkan bahwa pola makan yang tidak konsisten dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
Kurang tidur juga menjadi faktor penting. Stres dan penggunaan gadget berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur, yang pada akhirnya memengaruhi hormon pengatur nafsu makan serta menurunkan motivasi untuk beraktivitas fisik.
Meski demikian, kenaikan berat badan akibat gaya hidup kantoran masih bisa dicegah. Salah satunya dengan rutin bergerak setiap 30 hingga 45 menit, seperti berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat, serta memilih camilan sehat seperti buah dan kacang-kacangan sangat dianjurkan.
Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, seperti jalan cepat, yoga, atau bersepeda, juga efektif menjaga kebugaran. Tak kalah penting, mengelola stres melalui meditasi atau teknik pernapasan serta menjaga kualitas tidur selama 7–8 jam per malam menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan tubuh. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO