Buka konten ini
KUNDUR (BP) – Beberapa waktu lalu, pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) di RSUD Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, tidak dapat beroperasi selama 24 jam.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter, setelah diberlakukannya Surat Edaran Nomor B/5993/M.SM.01.00/2024 yang mengatur penganggaran gaji bagi pegawai non-ASN. Akibatnya, para dokter insentif non-ASN terpaksa berhenti bertugas.
”Memang sempat terjadi penyesuaian, di mana UGD hanya buka hingga pukul 21.00 WIB karena keterbatasan tenaga dokter. Namun, Dinas Kesehatan sudah memberikan solusi dengan mengirimkan dokter bantuan,” ujar Kepala RSUD Tanjungbatu, dr. Suharyanto kepada Batam Pos, Senin (14/4).
Dokter bantuan tersebut berasal dari sejumlah Puskesmas dan akan bertugas di RSUD Tanjungbatu secara bergilir selama satu bulan. Saat ini, dua dokter dari Puskesmas tengah bertugas di rumah sakit tersebut. Setelah masa tugas berakhir, mereka akan digantikan oleh dokter lain dari Puskesmas.
”Terkadang hanya satu dokter yang dikirim, kadang dua orang. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, pelayanan UGD sudah bisa kembali berjalan 24 jam,” jelas Suharyanto.
Meski pelayanan sudah kembali normal, ia mengakui bahwa jumlah dokter yang tersedia saat ini masih belum ideal. Berdasarkan standar rumah sakit tipe seperti di Tanjungbatu, idealnya tersedia 4 hingga 5 dokter. Namun, saat ini hanya ada dua dokter aktif.
Selain minimnya dokter umum, RSUD Tanjungbatu juga belum memiliki dokter spesialis tetap.
Untuk mengatasinya, pihak rumah sakit menerima kunjungan rutin dari dokter spesialis RSUD Muhammad Sani setiap akhir pekan.
”Biasanya kami umumkan terlebih dahulu dokter spesialis apa yang akan datang akhir pekan ini, mulai dari spesialis anak, kebidanan, penyakit dalam, dan lainnya, agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI