Buka konten ini

JUMLAH Assist Juga Jadi Parameter Penentu Lionel Messi dan Kylian Mbappe memang tidak saling berhadapan pada final Piala Dunia 2026. Namun, persaingan dua bintang tersebut belum berakhir. Keduanya masih memburu penghargaan individu, terutama Golden Boot alias pencetak gol terbanyak.
Saat ini, Messi dan Mbappe sama-sama mengoleksi delapan gol. Mbappe memiliki kesempatan menambah pundi-pundi gol lebih dulu saat Prancis menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga, Minggu (18/7) pagi. Sehari kemudian, Messi akan tampil bersama Argentina menghadapi Spanyol dalam laga final, Senin (20/7) dini hari.
Meski sama-sama mengoleksi delapan gol, Messi untuk sementara berada di posisi terdepan. Sebab, kapten Argentina itu telah mengoleksi empat assist, unggul satu dibandingkan Mbappe yang mencatat tiga assist.
Sesuai regulasi FIFA, jika dua pemain memiliki jumlah gol yang sama, maka peringkat Golden Boot akan ditentukan dari jumlah assist. Jika masih imbang, maka penghargaan diberikan kepada pemain dengan menit bermain lebih sedikit.
Kane-Bellingham Ramaikan Persaingan
Nah, dalam aspek menit bermain inilah Mbappe sementara lebih unggul. Sampai babak semifinal, penyerang 27 tahun itu telah bermain selama 666 menit, berbanding Messi dengan total 712 menit. “Saya tidak memikirkan peringkat pencetak gol. Saya justru yakin Messi masih bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Mbappe dikutip dari Sky Sports awal Juli lalu.
Selain Messi dan Mbappe, Harry Kane serta Jude Bellingham juga masih berada dalam persaingan. Namun, dengan koleksi enam gol, keduanya membutuhkan sedikitnya dua gol saat Inggris menghadapi Prancis untuk kembali masuk dalam perebutan gelar tersebut.
Kans Messi Raih Golden Ball
Messi juga berada di posisi terdepan untuk meraih Golden Ball alias pemain terbaik Piala Dunia. Jika terpilih, dia akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak tiga kali. Sebelumnya, pemain berjuluk La Pulga itu meraih Golden Ball pada Piala Dunia 2014 di Brasil dan 2022 di Qatar.
Namun, Golden Ball sebenarnya tidak selalu diberikan kepada pemain dari tim juara. Messi pernah meraih penghargaan tersebut pada 2014 meski Argentina kalah dari Jerman di final. Hal serupa dialami Luka Modric pada 2018 ketika membawa Kroasia finis sebagai runner up.
Meski berpeluang menyapu dua penghargaan individu sekaligus, Messi tetap menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia. “Grup ini tidak pernah mengejutkan saya. Saya tahu apa yang mampu kami lakukan. Ketika kami bersatu, kami selalu mendapatkan kekuatan tambahan,” ujar Messi seusai laga semifinal lawan Inggris. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
