Buka konten ini

BATAM (BP) – Rencana pemanfaatan gas bumi dari Lapangan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik di Batam belum mendapat kepastian. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana penyaluran gas tersebut.
Sales Head Area PT PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan, pihaknya baru mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan. Hingga kini, belum ada penyampaian resmi dari PGN pusat mengenai kemungkinan aliran gas Lapangan Sengeti ke Batam.
”Baru tahu infonya. Kami belum dapat informasi resmi dari PGN Pusat,” kata Wendi saat dikonfirmasi, Jumat (17/7).
Karena belum memperoleh informasi resmi, Wendi belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh mengenai rencana tersebut, termasuk mekanisme penyaluran maupun dampaknya terhadap pasokan gas untuk pelanggan di Batam.
”Belum bisa menanggapi,” ujarnya.
Sebelumnya, PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina menyampaikan rencana memanfaatkan stranded gas atau gas bumi yang sebelumnya belum optimal dimanfaatkan dari Lapangan Sengeti.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan tambahan pasokan dari lapangan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
”Gas dari Lapangan Sengeti akan menambah pasokan gas pipa. PGN memastikan kesiapan infrastruktur maupun komersial sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,” kata Fajriyah dalam keterangannya.
Menurutnya, potensi pasokan dari Lapangan Sengeti mencapai sekitar 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Pasokan tersebut diproyeksikan mulai dapat dialirkan paling cepat pada kuartal IV 2028 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Namun, PGN belum merinci wilayah distribusi gas tersebut, termasuk kepastian apakah Batam akan menjadi salah satu tujuan penyaluran.
Sengeti Miliki Cadangan 14,76 BSCF
Lapangan Sengeti berada di Kabupaten Muaro Jambi dan dikelola oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Jambi. Lapangan tersebut memiliki cadangan gas sebesar 14,76 billion standard cubic feet (BSCF).
General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi, mengatakan komersialisasi gas Sengeti menjadi langkah penting setelah hampir satu dekade gas dari lapangan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan akses pasar dan infrastruktur.
”Proyek ini menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade. Keberhasilan ini sekaligus menandai dimulainya optimalisasi potensi stranded gas,” ujarnya.
Melalui proses pemilihan, PGN ditetapkan sebagai pembeli gas dari Lapangan Sengeti. Volume kontrak penjualan mencapai sekitar 13,4 BSCF dengan rencana penyaluran selama tujuh tahun.
Nilai bruto penjualan gas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,6 triliun selama masa kontrak.
Menurut Mefredi, pengembangan Lapangan Sengeti diharapkan menjadi contoh untuk mempercepat komersialisasi lapangan gas lain yang selama ini belum termanfaatkan.
Dalam pengembangannya, gas dari Lapangan Sengeti disebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk wilayah Batam serta sektor strategis lainnya.
Batam selama ini menjadi salah satu kawasan dengan kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah tambahan pasokan dari Lapangan Sengeti akan menjadi bagian dari solusi kebutuhan gas Batam. (*/Antara)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK
