Buka konten ini

BATAM (BP) – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kepulauan Riau berlangsung penuh khidmat dengan balutan nuansa adat Melayu. Selain menghadirkan tausiah kebangsaan dari Ustadz Abdul Somad (UAS), kegiatan juga dikemas melalui Kenduri Kebangsaan sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menerima penghargaan “Sekalung Budi” dari Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau atas dedikasinya dalam melestarikan warisan budaya Melayu.
Acara yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri itu dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ketua DPRD Provinsi Kepri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan TNI, BIN, BNNP Kepri, tokoh lintas agama, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan paguyuban, Wakapolda Kepri, Bhayangkari, serta para Pejabat Utama Polda Kepri.
Penghargaan “Sekalung Budi” diberikan kepada Kapolda Kepri sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap pembuatan rekaman audiovisual Gurindam 12 karya Raja Ali Haji. Inisiatif tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Asep Safrudin mengatakan Kenduri Kebangsaan sengaja dihadirkan dengan mengangkat tradisi Melayu sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
”Melalui tradisi duduk bersila dan makan berhidang, kita ingin mempererat silaturahmi, menghilangkan sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kepulauan Riau sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki posisi yang strategis sehingga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas daerah harus terus dijaga.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat sinergi demi menjaga stabilitas keamanan yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
Sementara itu, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi Polda Kepri yang mengemas peringatan Hari Bhayangkara dengan mengedepankan adat dan budaya Melayu. Menurutnya, budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
”Adat dan budaya adalah jati diri bangsa yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada anak cucu,” katanya.
UAS juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, budaya, sejarah, dan nilai-nilai kebersamaan merupakan fondasi utama dalam memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga keutuhan bangsa.
”Kalau persatuan terjaga, maka keamanan dan kedamaian juga akan tetap terpelihara,” pungkasnya.
Melalui Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Kebangsaan tersebut, Polda Kepri berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat semakin kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga diharapkan menjadi penguat semangat persatuan serta pelestarian nilai-nilai budaya Melayu di Provinsi Kepulauan Riau. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO