Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Pasar mobil bekas tampak tidak sedang baik-baik saja. Jumlah mobil yang masuk ke pasar mobil bekas disebut-sebut merangkak turun pada tahun ini.
OLX mengungkap, meski aktivitas pencarian mobil bekas masih tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 2,7 juta pencarian setiap bulan, minat terhadap iklan mobil bekas mengalami penurunan sekitar 6 persen sepanjang Januari hingga Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Terus terang tidak akan mudah (menghadapi pasar mobil bekas) karena kita punya masalah di stok sekarang. Jumlah mobil yang masuk ke pasar bekas tahun ini turun cukup jauh,” kata Direktur OLX, Agung Iskandar di Jakarta, Jumat (26/5).
“Mobil bekas tidak ada pabriknya. Pabriknya adalah orang yang mau jual mobil bekasnya untuk ganti ke mobil lain. Nah, kalau itu (supply) yang turun, pasti ada implikasinya,” imbuhnya.
Meski begitu, dia berharap ada perbaikan pada semester kedua. Terlebih, harga minyak dunia yang mulai turun dan ekonomi yang membaik diharapkannya membuat orang-orang mempertimbangkan lagi untuk menjual ataupun membeli mobil bekas.
“Kalau industrinya (mobil bekas), saya berharap selama bisa stabil di angka plus atau minus 5 persen, itu sudah cukup realistis,” ungkapnya.
Selain itu, Agung membantah bahwa pasokan mobil bekas yang menurun menjadi alasan pihaknya merambah pada segmen mobil baru.
“Tidak ada hubungannya. Sebenarnya segmen mobil baru tadi karena prinsip kita mau jadi customer-focused company. Jadi orientasi pengembangan produk dan program itu berdasarkan kebutuhan pelanggan. Kebetulan kita lihat fenomenanya, orang yang masuk ke OLX untuk mencari mobil bekas, beberapa akhirnya beralih ke mobil baru,” tukas dia.
Sebagai informasi, OLX juga telah memperluas layanan otomotifnya dengan meluncurkan Sub Kategori Mobil Baru, sebuah fitur yang memungkinkan konsumen mencari, membandingkan, dan memilih mobil baru dalam satu platform.
Kehadiran fitur ini melengkapi kategori mobil bekas yang sudah ada, sehingga pengguna dapat mengeksplorasi berbagai opsi kendaraan sesuai kebutuhan dan anggaran tanpa harus berpindah platform.
Melalui fitur tersebut, pengguna cukup masuk ke Kategori Mobil, kemudian memilih Sub Kategori Mobil Baru untuk melihat beragam merek dan model yang tersedia.
Fitur ini dirancang agar proses pencarian kendaraan menjadi lebih praktis, mulai dari membandingkan spesifikasi hingga menyesuaikan pilihan dengan bujet yang dimiliki. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI