Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menyiapkan modernisasi sistem penerangan jalan umum (PJU) melalui penerapan Smart Integrated PJU. Proyek ini merupakan sistem lampu jalan berbasis tenaga surya yang dilengkapi dengan teknologi pemantauan digital.
Melalui sistem ini, seluruh titik lampu di ruas jalan utama dapat dipantau secara real-time. Dengan demikian, gangguan maupun kerusakan dapat dideteksi lebih cepat tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Selain itu, proyek ini bertujuan menghadirkan jalan yang lebih terang, aman, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan bahwa proyek Smart Integrated PJU disiapkan dengan nilai investasi sekitar Rp90 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas penerangan di sejumlah ruas jalan utama yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.
“BP Batam tengah menyiapkan penerapan sistem penerangan jalan umum melalui teknologi tenaga surya dengan smart system. Sistem ini memudahkan pemantauan titik lampu secara online dan real-time, terutama di sejumlah ruas jalan utama Kota Batam,” kata Mouris kepada Batam Pos, Jumat (26/6).
Menurut dia, sistem tersebut akan menghubungkan setiap lampu jalan ke pusat kendali. Dengan begitu, apabila terjadi gangguan, kerusakan, atau lampu padam, petugas dapat segera mengetahui titik permasalahan dan melakukan penanganan secara cepat.
BP Batam menargetkan penerapan teknologi ini pada 13 ruas jalan utama yang selama ini menjadi jalur strategis aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Ruas jalan yang masuk dalam tahap awal pemasangan meliputi Jalan Hang Jebat, Jalan Hang Tuah, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani, Jalan Patimura, Jalan S. Parman, Jalan Central Raya, Jalan Ali Klana, Jalan Laksamana Bintan, Jalan Pelabuhan Batam, Jalan Engku Putri, serta Jalan Raja Haji Fisabilillah. Selain meningkatkan kualitas penerangan, penggunaan panel surya juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional. Langkah ini dinilai akan membuat operasional penerangan jalan menjadi lebih efisien dalam jangka panjang.
Meski demikian, BP Batam masih belum merinci jumlah titik lampu yang akan dipasang maupun ditingkatkan melalui program tersebut. Begitu pula dengan besaran potensi penghematan biaya listrik, sumber pendanaan proyek, penggunaan produk dalam negeri atau impor, hingga mekanisme pemeliharaan sistem yang saat ini masih dalam tahap penyusunan. Jadwal pelaksanaan pembangunan juga belum diumumkan karena seluruh tahapan masih dipersiapkan secara matang.
Mouris menambahkan bahwa Smart Integrated PJU merupakan salah satu langkah nyata BP Batam dalam mendorong pemanfaatan teknologi pada infrastruktur perkotaan. Sistem tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan penerangan jalan, tetapi juga mendukung keselamatan pengguna jalan serta memperkuat konsep Batam sebagai kota yang modern dan berkelanjutan.
“Harapannya, masyarakat dapat merasakan penerangan jalan yang lebih baik dengan sistem yang lebih efisien, mudah dipantau, serta cepat ditangani apabila terjadi gangguan. Langkah ini sekaligus mendukung Batam sebagai kota yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK