Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Mitra-mitra kemanusiaan berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 paket bantuan untuk Gaza dalam sehari meski masih menghadapi berbagai kendala distribusi di pos pemeriksaan baru yang dibangun Israel.
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan paket bantuan yang dikumpulkan melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem pada Selasa (2/6) mencakup perlengkapan kebersihan, terpal, selimut, dan obat-obatan.
Namun, OCHA mengungkapkan bahwa konvoi kemanusiaan yang menuju perlintasan tersebut masih mengalami keterlambatan signifikan akibat penumpukan di pos pemeriksaan baru di Gaza selatan.
“Kemarin, penumpukan di pos pemeriksaan baru itu menghalangi enam truk bahan bakar mencapai Kerem Shalom, sehingga secara signifikan mengurangi volume bahan bakar yang dapat diambil dari pos perlintasan tersebut,” demikian keterangan OCHA.
Menurut badan PBB itu, pasokan bahan bakar yang stabil sangat dibutuhkan untuk menjaga operasional rumah sakit, fasilitas desalinasi air, dan berbagai layanan vital lainnya di tengah lumpuhnya jaringan listrik.
Saat ini, Kerem Shalom/Karem Abu Salem menjadi satu-satunya jalur masuk bagi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Di sektor kesehatan, OCHA melaporkan hampir 100 pasien dan lebih dari 130 pendamping pasien berhasil dievakuasi dari Gaza dalam dua pekan terakhir pada Mei melalui perlintasan Kerem Shalom dan Rafah dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta mitra kemanusiaan lainnya.
Meski demikian, ribuan pasien lainnya masih membutuhkan perawatan medis lanjutan yang tidak tersedia di Gaza. Banyak di antaranya mengalami cedera berat yang memerlukan penanganan khusus.
OCHA juga menyoroti masih tertutupnya jalur rujukan medis menuju fasilitas kesehatan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, oleh otoritas Israel.
“Peningkatan layanan kesehatan di Gaza sangat diperlukan dan membutuhkan masuknya lebih banyak peralatan serta pasokan medis yang krusial,” ujar OCHA.
Selain persoalan kesehatan, kondisi layanan air bersih juga memburuk. Mitra kemanusiaan melaporkan produksi air di Gaza turun sekitar 20 persen sepanjang Mei dibandingkan dua bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut terutama disebabkan kelangkaan bahan kimia pengolahan air dan suku cadang yang dibutuhkan untuk operasional fasilitas air.
Karena itu, OCHA kembali menyerukan agar akses masuk bagi pompa, pipa, oli mesin, bahan kimia pengolahan air, serta berbagai suku cadang penting lainnya dapat terus dibuka guna menjamin layanan dasar bagi warga Gaza tetap berjalan. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY