Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun mewacanakan sertifikat Taman Pendidikan Alquran (TPQ) menjadi dokumen pendamping bagi siswa Muslim yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Langkah tersebut disiapkan sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran di kalangan generasi muda.
Wacana itu disampaikan Bupati Karimun, Iskandarsyah, saat menghadiri wisuda 187 santri dan santriwati TPQ Angkatan XXI se-Kecamatan Kundur Barat, Minggu (31/5).
Menurut Iskandarsyah, pendidikan agama harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak dan memiliki karakter kuat.
“Jangan berhenti belajar setelah diwisuda. Teruslah membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran. Ilmu agama harus dipelajari sepanjang hayat agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi Qurani yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas moral dan akhlak generasi penerus juga menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan daerah.
Karena itu, Pemkab Karimun menilai sertifikat TPQ dapat menjadi instrumen untuk mendorong anak-anak mempelajari Alquran sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak di Kabupaten Karimun memiliki kemampuan dasar baca tulis Alquran yang baik. Dengan adanya sertifikat TPQ sebagai syarat pendamping masuk sekolah, semangat belajar agama diharapkan semakin meningkat,” katanya.
Menurut dia, kebijakan tersebut juga dapat memperkuat budaya literasi keagamaan di tengah masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan Alquran sejak dini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan. Mulai dari pemberian insentif kepada tenaga pengajar, penyediaan sarana belajar, hingga pendampingan berkelanjutan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Iskandarsyah juga menyampaikan apresiasi kepada para ustaz, ustazah, pengurus TPQ, serta orang tua yang selama ini berperan aktif membimbing para santri.
Menurutnya, keberhasilan meluluskan 187 santri dan santriwati dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Kundur Barat merupakan hasil kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Karimun. Kami berharap lahir generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan mampu menjadi estafet pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY