Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Program Kesehatan Gratis (PKG) yang dijalankan pemerintah terus mendapat respons positif dari masyarakat Kepulauan Riau. Hingga Mei 2026, sebanyak 184.730 warga Kepri tercatat telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di fasilitas kesehatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri, Yosei Susanti, mengatakan jumlah warga yang mendaftar program tersebut mencapai 193.763 orang. Dari jumlah itu, tingkat kehadiran peserta mencapai 95,3 persen.
“Jumlah masyarakat yang hadir untuk menjalani pemeriksaan kesehatan gratis sebanyak 184.730 orang,” ujar Yosei, Senin (1/6).
Ia menjelaskan, dari total peserta yang hadir, sebanyak 137.917 orang telah menyelesaikan seluruh layanan PKG yang disediakan. Capaian tersebut dinilai cukup baik dibandingkan target yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Yosei, dari total jumlah penduduk Kepri sebanyak 2.244.482 jiwa, capaian pemeriksaan kesehatan gratis telah mencapai 8,2 persen. Sementara realisasi PKG tahun 2026 mencapai 17,9 persen dari target yang ditetapkan.
“Pelaksanaan PKG di Kepri menunjukkan tren yang cukup baik dan terus mengalami peningkatan,” katanya.
Kota Batam menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak. Tercatat sebanyak 111.781 warga Batam telah mengikuti program tersebut. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bintan dengan 32.042 peserta dan Kabupaten Karimun sebanyak 20.696 peserta.
Selain menyasar masyarakat umum, program ini juga menjangkau kelompok usia sekolah. Hingga saat ini, jumlah peserta PKG sekolah mencapai 52.115 anak atau sekitar 11,5 persen dari target yang telah ditentukan.
“Jenjang SD menjadi kelompok dengan proporsi pemeriksaan tertinggi sebesar 58,8 persen, disusul SMA 22,5 persen dan SMP 18,7 persen,” ungkap Yosei.
Ia berharap program tersebut dapat memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan sekaligus meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit di masyarakat.
Bagi warga yang belum mengikuti program tersebut, Yosei mengimbau agar segera memanfaatkan layanan yang tersedia. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Satu Sehat Mobile maupun langsung mendatangi puskesmas terdekat.
“Masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas,” ujarnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY