Buka konten ini

PARIS (BP) – Sejumlah pemain tenis papan atas dunia membatasi aktivitas media mereka saat sesi konferensi pers French Open 2026 pada Jumat (22/5) dan Sabtu (23/5). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pembagian pendapatan grand slam.
Seperti dilaporkan The Athletic, pemain top hanya menjalani konferensi pers selama 10 menit, ditambah lima menit sesi wawancara video dengan broadcaster resmi. Mereka juga menolak wawancara tambahan dengan partner French Open seperti TNT Sports dan Eurosport.
Total waktu 15 menit dipilih sebagai simbol pembagian sekitar 15 persen pendapatan grand slam yang diterima pemain. Jumlah tersebut masih jauh di bawah tuntutan pemain yang meminta porsi dinaikkan menjadi 22 persen.
Beberapa nama besar seperti Aryna Sabalenka, Coco Gauff, Jannik Sinner, Iga Swiatek, dan Carlos Alcaraz, sebelumnya mengancam untuk melakukan boikot grand slam jika tuntutan tidak dipenuhi.
Di tengah tekanan tersebut, direktur turnamen Amelie Mauresmo memastikan French Open tidak akan mengubah hadiah uang tahun ini. ‘’Roland Garros 2026 tetap menaikkan total hadiah sekitar 10 persen menjadi EUR 61,7 juta (sekitar Rp 1,2 triliun),’’ kata Mauresmo kepada ATP.
Namun, para pemain menilai kenaikan itu masih tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan turnamen. Porsi pendapatan untuk pemain disebut turun dari 15,5 persen pada 2024 menjadi sekitar 14,9 persen pada 2026. Federasi Tenis Prancis (FFT) menyatakan tetap membuka dialog dengan perwakilan pemain. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO