Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang diusulkan menjadi kawasan SNT di Kabupaten Karimun.
Kedatangan tim pada Rabu (20/5) disambut langsung Bupati Karimun, Iskandarsyah. Pemkab Karimun menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Kami menyambut baik program SNT ini. Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah. Kami siap bersinergi dan memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan agar Karimun dapat menjadi salah satu daerah percontohan,” ujar Iskandarsyah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, mengatakan tim verval berada di Karimun selama tiga hari untuk melakukan peninjauan lapangan dan verifikasi dokumen pendukung.
Menurut Grandy, tim terdiri dari M Husnul Farizi dari Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Edhi Pras dari unsur perguruan tinggi, Angga Putra Kelana dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemendikdasmen Provinsi Kepri, serta Andi Faizal dari BPMP Kepri.
“Untuk hasil verval memang belum disampaikan karena masih menunggu hasil resmi. Namun, lokasi yang diusulkan untuk pembangunan SNT di Karimun dinilai sudah sesuai,” ujarnya kepada Batam Pos, Jumat (22/5).
Ia menjelaskan, kawasan yang diusulkan berada di Sungai Bati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing. Di lokasi tersebut telah berdiri SMAN 4 Karimun dan SMPN 2 Tebing sehingga pemerintah daerah hanya perlu membangun Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang SD beserta sarana pendukung berstandar internasional.
“Program SNT yang diusulkan meliputi pembangunan USB SD, konsolidasi SMPN 2 Tebing, konsolidasi SMAN 4 Karimun, serta pembangunan infrastruktur olahraga di kawasan pendidikan Sungai Bati,” jelasnya.
Menurut Grandy, lokasi tersebut dipilih karena masih tersedia lahan milik Pemkab Karimun dan posisi sekolah yang saling berdekatan sehingga dinilai mendukung konsep sekolah terintegrasi.
Selama di lapangan, tim verval juga melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di SMPN 2 Tebing dan SMAN 4 Karimun.
Tak hanya itu, tim turut melakukan pengamatan di sejumlah satuan pendidikan jenjang PAUD guna memastikan ketersediaan calon peserta didik untuk USB SD yang direncanakan dibangun. “Jika program SNT ini disetujui dan dibangun, statusnya akan menjadi sekolah berstandar internasional,” katanya.
Pada Jumat (22/5) pagi, tim verval juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BPN/ATR, camat, lurah, hingga pihak satuan pendidikan terkait.
FGD tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan seluruh pihak terhadap program SNT sesuai dokumen persyaratan yang telah diajukan ke Kemendikdasmen.
“Kita akan berusaha memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan Kemendikdasmen. Kami juga mohon doa masyarakat Karimun agar program SNT ini dapat disetujui sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Karimun ke depan,” tutup Grandy. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY