Buka konten ini

BATAM (BP) – Penemuan warga negara Singapura, Lim Ah Ling , 71, yang meninggal dunia di kamar sebuah hotel di kawasan Nagoya, Kecamatan Lubukbaja, Batam, mulai menemui titik terang. Polisi menemukan sejumlah obat-obatan pribadi milik korban di dalam kamar tempatnya menginap.
Dari hasil penelusuran awal, petugas mendapati belasan jenis obat dan suplemen di lokasi. Sebagian di antaranya masih tersimpan rapi dalam kotak, blister, maupun botol kapsul, lengkap dengan resep dokter yang diduga dibawa langsung oleh korban.
Beberapa jenis obat yang ditemukan antara lain obat kolesterol jenis rosuvastatin, obat lambung omeprazole, suplemen kalsium dan vitamin D, serta sejumlah inhaler yang biasa digunakan untuk gangguan pernapasan.
Selain itu, petugas juga menemukan obat-obatan yang telah dikemas ulang dalam plastik klip, lengkap dengan aturan konsumsi dari apotek. Seluruh temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk menelusuri kondisi kesehatan korban sebelum meninggal dunia.
Sebelumnya, pihak hotel sempat berupaya menghubungi korban untuk melakukan konfirmasi terkait masa inap pada Kamis (21/5). Namun, korban tidak memberikan respons, baik saat dihubungi maupun ketika pintu kamar diketuk oleh petugas hotel.
Karena merasa curiga, petugas hotel kemudian melakukan pengecekan ke kamar bersama sejumlah saksi. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Deni Langie, membenarkan adanya temuan obat-obatan tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Ada ditemukan beberapa obat di kamar yang bersangkutan. Namun, untuk detail penyebab kematiannya, kami masih menunggu hasil dari medis rumah sakit,” ujar Deni.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari pihak hotel maupun saksi yang mengetahui aktivitas terakhir korban.
Sejauh ini, polisi menyatakan belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian warga negara Singapura tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum dari pihak rumah sakit. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO