Buka konten ini

BATAM (BP) – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Centre, Kamis (16/4) pagi. Sebanyak 640 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Batam mengikuti pelepasan manasik haji yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam, menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Ratusan jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter). Rinciannya, Kloter 1 sebanyak 223 jemaah, Kloter 2 sebanyak 236 jemaah, dan Kloter 25 sebanyak 180 jemaah.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama istrinya, Erlita Amsakar, juga akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Keduanya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 25 pada 21 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Batam, Syahbudi, mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum baru. Sebab, mulai tahun ini, pengelolaan ibadah haji tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama, melainkan ditangani Kementerian Haji Republik Indonesia.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami dalam melayani duyufurrahman atau tamu-tamu Allah,” ujar Syahbudi.
Menurut dia, perubahan tersebut membuat pelayanan terhadap jemaah menjadi lebih fokus dan spesifik. Jika sebelumnya berada dalam lingkup Kementerian Agama yang memiliki banyak bidang, kini penanganan haji berada di kementerian khusus.
Untuk jadwal puncak ibadah, wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 9 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 26 Mei 2026.
“Insha Allah, mudah-mudahan jemaah dalam keadaan sehat walafiat dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk,” katanya.
Sementara itu, Amsakar mengaku keberangkatan tahun ini memiliki makna spiritual tersendiri. Ia terakhir kali menunaikan ibadah haji sekitar 25 tahun lalu, saat masih menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan berangkat dari hasil tabungan pribadi.
“Insha Allah terbang 21 Mei, pulang Insha Allah 30 Juni. Jadi 40 hari di Tanah Suci,” kata Amsakar.
Ia mengingatkan seluruh calon jemaah agar mempersiapkan diri dengan baik. Menurutnya, kesempatan berhaji bukan hal mudah didapat, bahkan banyak yang harus menunggu hingga 20–25 tahun.
“Ketika ada kesempatan dipanggil saat ini, maka persiapkanlah diri kita dengan baik,” ujar Ex Officio Kepala BP Batam tersebut.
Amsakar juga meminta jemaah menjaga kekompakan dan saling membantu selama di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga ujian kesabaran dan solidaritas.
“Ikuti fardu, syarat, dan rukunnya, jangan ada yang tercecer. Ikuti itu secara penuh,” pesannya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik. Ia pun berharap para jemaah turut mendoakan Batam agar tetap aman dan diberkahi.
“Mudah-mudahan jemaah haji yang kedua ini dapat dilaksanakan dengan baik. Mudah-mudahan membawa pulang haji yang mabrur dan mabrurah,” harapnya.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Amsakar menilai penyelenggaraan haji di bawah Kementerian Haji lebih fokus.
“Kalau Kementerian Agama banyak yang diurus, kalau sekarang benar-benar fokus dan spesifik diurus oleh Kementerian Haji,” katanya.
Ia mengaku sempat berdiskusi terkait jadwal kepulangan karena berharap bisa kembali lebih awal untuk menyelesaikan tugas pemerintahan. Namun, hingga kini hal tersebut belum dapat dipastikan.
Meski begitu, Amsakar menegaskan ingin menjalani ibadah haji secara sederhana dan bersama masyarakat, tanpa menggunakan layanan khusus.
“Saya ingin bagaimana bersama-sama dengan masyarakat kita,” ujarnya. (*)
Reporter: M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK