Buka konten ini

BATAM (BP) – Dunia balap motor Kota Batam mencatat tonggak sejarah baru. Pembalap muda asal Batam, Pandawa Ozora, sukses meraih gelar Juara Nasional Motoprix 2026 sekaligus menjadi pembalap pertama dari Kota Batam yang berhasil menyandang predikat juara nasional di ajang balap motor paling bergengsi di Indonesia.
Prestasi tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Pandawa, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Batam dan Kepulauan Riau. Di balik keberhasilan mengangkat trofi juara, tersimpan perjuangan panjang yang dijalani bersama tim di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya dukungan hingga belum tersedianya sirkuit permanen di Batam sebagai sarana latihan.
“Alhamdulillah, pertama-tama saya mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena diberikan kesempatan meraih gelar Juara Nasional 2026. Terima kasih kepada keluarga, tim, sponsor, mekanik, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan saya,” ujar Pandawa.
Ia mengaku gelar tersebut memiliki arti yang sangat istimewa. Selain menjadi buah dari kerja keras selama bertahun-tahun, keberhasilan itu juga menorehkan sejarah baru bagi dunia otomotif Batam.
“Alhamdulillah, saya menjadi pembalap pertama asal Batam yang berhasil meraih gelar Juara Nasional. Semoga ini menjadi kebanggaan untuk Batam,” katanya.
Pandawa menegaskan pencapaiannya tidak lahir begitu saja. Ia mengaku banyak belajar dan termotivasi oleh para pembalap senior Batam yang lebih dahulu mengharumkan nama daerah di level nasional.
Salah satu sosok yang menjadi inspirasinya adalah Bima Febrinda Arifin yang sukses meraih posisi runner-up nasional kelas Rookie pada 2016 dan kemudian mewakili Indonesia di ajang Asia Talent Cup. Selain itu, ada pula Dedi Saputra atau Putra yang pernah menjadi runner-up nasional kelas Expert pada 2015.
Menurut Pandawa, prestasi para senior tersebut membuktikan bahwa pembalap asal Batam memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat nasional. Jejak mereka menjadi penyemangat baginya hingga akhirnya mampu mempersembahkan gelar juara nasional pertama bagi Kota Batam.
“Prestasi mereka menjadi inspirasi bagi saya hingga akhirnya bisa membawa gelar Juara Nasional pertama untuk Batam,” ungkapnya.
Meski berhasil mencapai puncak prestasi, perjalanan Pandawa menuju gelar juara tidaklah mudah. Hingga kini, Batam masih belum memiliki sirkuit permanen yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat latihan maupun pembinaan atlet balap motor.
Akibatnya, Pandawa bersama tim harus rutin berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan di luar daerah untuk menambah pengalaman dan jam terbang. Kondisi tersebut menuntut biaya operasional yang besar serta pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
“Kami berlatih dengan segala keterbatasan. Sampai sekarang Batam belum memiliki sirkuit permanen. Untuk menambah jam terbang kami harus keluar daerah, sehingga membutuhkan biaya dan pengorbanan yang besar. Dukungan terhadap pembinaan olahraga balap motor juga masih sangat terbatas,” tuturnya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Pandawa berharap prestasi yang diraihnya dapat membuka mata berbagai pihak terhadap potensi besar atlet-atlet otomotif di Batam. Ia menginginkan adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan fasilitas pembinaan yang memadai.
Menurutnya, keberadaan sirkuit permanen tidak hanya akan menjadi tempat latihan bagi para pembalap, tetapi juga dapat menjadi wadah yang aman bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan hobi di dunia balap motor secara positif.
“Saya berharap Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Batam dapat melihat bahwa anak-anak Batam memiliki potensi besar jika diberikan fasilitas dan kesempatan. Mudah-mudahan ke depan Batam memiliki sirkuit permanen sebagai tempat pembinaan atlet,” harapnya.
Tak hanya pemerintah, Pandawa juga mengajak kalangan dunia usaha untuk turut berkontribusi dalam mendukung perkembangan olahraga balap motor di Batam. Menurutnya, masih banyak atlet berbakat yang kesulitan mengembangkan karier karena keterbatasan biaya dan minimnya dukungan sponsor.
“Banyak atlet hebat yang belum bisa berkembang maksimal bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena keterbatasan biaya. Saya berharap semakin banyak sponsor yang peduli terhadap atlet-atlet daerah,” katanya.
Bagi Pandawa, gelar Juara Nasional Motoprix 2026 bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
