Buka konten ini
BINTAN (BP) – Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tanjung Uban mencatat peningkatan permohonan izin tinggal dan dokumen keimigrasian warga negara asing (WNA) selama Semester I 2026. Kenaikan juga terjadi pada aktivitas lalu lintas keimigrasian, terutama di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Bentan Telani, Lagoi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, Adi Hari Pianto, mengatakan sebanyak 116 permohonan izin tinggal dan dokumen keimigrasian telah diproses sepanjang Januari hingga Juni 2026.
”Jumlah tersebut meningkat sekitar 20,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 96 permohonan,” ujar Adi, baru-baru ini.
Dari total permohonan tersebut, Izin Tinggal Kunjungan (ITK) tercatat sebanyak 26 permohonan, sedikit menurun dibandingkan 28 permohonan pada Semester I 2025.
Sebaliknya, permohonan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) mengalami kenaikan paling signifikan, yakni dari 54 permohonan menjadi 78 permohonan atau meningkat sekitar 44,4 persen.
Selain itu, Imigrasi Tanjung Uban juga memproses satu permohonan Izin Tinggal Tetap (ITAP), sementara pada periode yang sama tahun lalu belum ada permohonan. Permohonan alih status keimigrasian tercatat sebanyak tujuh berkas, turun dari 11 berkas pada 2025. Adapun permohonan Anak Berkewarganegaraan Ganda tetap sebanyak dua berkas, sedangkan Multiple Re-Entry Permit (MREP) meningkat dari satu menjadi dua permohonan.
Selain layanan izin tinggal, Adi menyebut aktivitas lalu lintas keimigrasian di tiga TPI yang berada di bawah wilayah kerja Kantor Imigrasi Tanjung Uban juga menunjukkan tren peningkatan.
Di TPI Bandar Bentan Telani Lagoi, kedatangan kru WNI meningkat menjadi 8.333 orang dari sebelumnya 7.129 orang. Kedatangan penumpang WNI juga naik menjadi 4.248 orang dari 3.587 orang.
Peningkatan lebih tinggi terjadi pada kru WNA yang hampir dua kali lipat, dari 794 orang menjadi 1.537 orang. Sementara kedatangan penumpang WNA mencapai 143.530 orang atau naik dibandingkan 128.506 orang pada periode yang sama tahun lalu.
Tren serupa juga terjadi pada arus keberangkatan. Keberangkatan kru WNI tercatat sebanyak 8.338 orang dan penumpang WNI mencapai 4.315 orang. Sementara keberangkatan kru WNA meningkat menjadi 1.528 orang, sedangkan penumpang WNA mencapai 146.370 orang, lebih tinggi dibandingkan 130.498 orang pada Semester I 2025.
Sementara itu, aktivitas di TPI Bandar Seri Udana Lobam masih didominasi lalu lintas awak alat angkut tanpa pergerakan penumpang. Kedatangan kru WNI tercatat sebanyak 1.164 orang dan keberangkatan 1.207 orang. Di sisi lain, kedatangan kru WNA turun menjadi 89 orang dari sebelumnya 214 orang, sedangkan keberangkatan kru WNA menurun menjadi 119 orang dari 174 orang.
Kondisi serupa juga terjadi di TPI Tanjung Uban yang tidak melayani lalu lintas penumpang. Kedatangan kru WNI turun menjadi 262 orang dari sebelumnya 588 orang, sedangkan keberangkatan kru WNI tercatat 345 orang dari sebelumnya 469 orang.
Untuk kru WNA, kedatangan sedikit menurun menjadi 617 orang dari 642 orang pada tahun lalu. Namun, jumlah keberangkatan meningkat menjadi 562 orang dibandingkan 496 orang pada Semester I 2025. (*)
Laporan: SLAMAET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY
