Buka konten ini

BATAM (BP) – Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert, mengunjungi PT PLN Batam untuk meninjau perkembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang menopang pertumbuhan investasi, industri, dan ekonomi digital di Kota Batam. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerja sama jual beli tenaga listrik Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas 2 x 150 megawatt (MW) antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam.
Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri perwakilan Danantara Asset Management, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, Medco Power Indonesia, serta Siemens Energy Indonesia.
Dalam sambutannya, Daniel Blockert mengatakan kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi Batam sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan pembangunan ekonomi jangka panjang.
”Kerja sama ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat ketahanan energi Batam. Swedia memandang kemitraan dengan Indonesia sebagai hubungan yang sangat penting, khususnya melalui Sweden–Indonesia Sustainability Partnership, yang menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Menurut Daniel, Swedia mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi sebagai solusi nyata untuk mempercepat transisi energi. Salah satu kontribusi tersebut diwujudkan melalui penggunaan turbin gas SGT-800 buatan Siemens Energy yang diproduksi di Finspång, Swedia.
”Selain mendukung keandalan pasokan listrik saat ini, teknologi tersebut juga memiliki potensi menggunakan bahan bakar rendah emisi, seperti green hydrogen dan green ammonia. Hal ini sejalan dengan visi Batam untuk berkembang sebagai kawasan industri yang kompetitif, tangguh, dan rendah karbon,” katanya.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Swedia dengan Batam yang terus berkembang, khususnya dalam bidang energi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
”Swedia berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan transformasi energi Batam dan Indonesia. Kami juga mengundang PLN Batam untuk bergabung dalam rangkaian kunjungan resmi Yang Mulia Putri Mahkota Swedia ke Indonesia serta Sweden–Indonesia Sustainability Partnership Conference yang akan diselenggarakan pada September 2026,” tuturnya.
Mewakili Pemerintah Kota Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Swedia atas komitmennya mendukung penguatan sektor energi di Batam. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
Firmansyah menegaskan, keandalan pasokan listrik merupakan fondasi utama dalam menjaga iklim investasi dan mendukung pertumbuhan kawasan industri di Batam. Karena itu, penambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW dinilai akan semakin memperkuat kesiapan Batam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
”Tambahan pasokan listrik ini akan menjadi pendorong percepatan berbagai agenda pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra,” katanya.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan pertumbuhan industri, pusat data (data center), kawasan digital, dan aktivitas ekonomi di Batam harus diimbangi dengan penguatan sistem kelistrikan secara berkelanjutan.
”Batam berada pada posisi yang sangat strategis. Pertumbuhan industri, investasi, kawasan digital, dan data center membutuhkan dukungan pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, PLN Batam terus melakukan penguatan sistem kelistrikan dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Menurut Kwin Fo, pembangunan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 menjadi bagian penting dari strategi PLN Batam untuk menjaga kecukupan daya sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di tengah lonjakan kebutuhan energi.
”Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat industri, investasi, dan ekonomi digital. PLN Batam akan terus mengambil peran penting dalam menyediakan fondasi energi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Dalle Energy Batam, Imron Gazali, mengatakan kerja sama tersebut melanjutkan kemitraan antara Medco Power melalui Dalle Energy Batam dengan PLN Batam yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.
”Pengembangan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendukung kebutuhan energi Batam yang terus bertumbuh, memperkuat keandalan pasokan listrik, serta meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi nasional maupun regional,” ujarnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Duta Besar Swedia juga meninjau operasional PLTGU 120 MW Tanjung Uncang, termasuk ruang kendali (control room) dan sistem pengelolaan pembangkit. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) PLTGU di Kabil untuk melihat progres pembangunan PLTGU Batam-1 dan PLTGU Batam-2, yang masing-masing berkapasitas 150 MW. (*/adv)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD NUR
