Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi kini tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, melainkan juga merambah ke berbagai sektor Industri strategis, seperti mengelola sumur minyak rakyat (idle well), tambang mineral, hingga mendirikan pabrik Crude Palm Oil (CPO).
”Pada bulan Agustus 2026, Kemenkop siap meresmikan pabrik CPO milik KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala 0,5–1 MW di Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau,” kata Ferry dalam sambutannya di Hari Koperasi Nasional, Minggu (12/7).
Ferry mengatakan, saat ini sudah ada 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah berbadan hukum akta KDKMP.
Selain itu, tahun ini Indonesia akan segera memiliki Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 sebagai payung hukum kokoh bagi gerakan koperasi nasional.
Menurut Ferry, koperasi di era Presiden Prabowo Subianto ditempatkan sebagai pilar ideologis untuk menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa hingga sektor strategis nasional.
”Di bawah kepemimpinan Bapak (Presiden) telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN,” ujar Menkop.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Bambang Haryadi menilai titik balik ini menjadi momentum sakral setelah hampir tiga dekade gerakan koperasi kurang mendapatkan perhatian yang sepadan.
”Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat,” kata Bambang.
Salurkan Kredit Bunga 8 Persen
Langkah besar diambil pemerintah untuk mendongkrak perekonomian di tingkat akar rumput. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemotongan besar-besaran bunga kredit tanpa agunan Mekaar menjadi hanya 8 persen per tahun, dari yang sebelumnya mencapai 22 persen.
Fasilitas pembiayaan super murah ini nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidak akan berjalan seperti koperasi konvensional pada umumnya yang hanya mengandalkan simpanan anggota. Tapi juga turut menyediakan akses permodalan yang ramah bagi masyarakat kecil.
”Koperasi nanti tidak hanya untuk simpan pinjam, tapi nanti akan ada gerai simpan pinjem kredit yang murah, kredit mikro dan kredit super mikro,” ujar Prabowo.
Melalui skema ini, masyarakat desa dapat mengakses kredit mikro tanpa agunan dengan beban bunga yang jauh lebih ringan dari sebelumnya.
”Yang tadinya bunganya 22 persen, saya turunkan jadi 8 persen. Dibandingkan dengan 22 persen, lumayan 8 persen, betul tidak?,” lanjut Presiden.
Pusat Logistik dan Penyaluran Subsidi Satu Pintu
Selain urusan modal, kopdes merah putih diproyeksikan menjadi ekosistem ekonomi desa yang lengkap. Pemerintah akan mengintegrasikan berbagai fasilitas penting dalam satu lokasi tunggal guna menyokong produktivitas warga.
Nantinya, KDKMP akan mengelola toko sembako, layanan simpan pinjam, hingga apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga terjangkau. Tidak kalah penting, fasilitas penunjang tani seperti pusat logistik, gudang penyimpanan, dan gudang pendingin atau cold storage juga akan dibangun. Keberadaan cold storage ini krusial untuk menjaga kualitas hasil pertanian, perkebunan, serta perikanan agar tetap segar dan memiliki nilai jual tinggi.
Sikat Penyelewengan Barang Subsidi
Di sisi lain, peranan KDKMP juga akan diperluas sebagai jalur utama distribusi seluruh barang subsidi dari pemerintah. Langkah satu pintu ini diambil demi memastikan bantuan negara tidak salah sasaran atau bocor ke pihak yang tidak berhak.
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya bahwa seluruh barang bersubsidi harus sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan dan mengharamkan adanya praktik jual beli ilegal di lapangan.
”KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi,” imbuh Presiden Prabowo. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI