Buka konten ini

(Foto Kanan) Kamar mandi dengan ventilasi model putar dapat dipasang di bagian atas dinding dan bisa dibuka keluar. Foto: Pinterest/Alyona Kulikova.
Ventilasi yang baik menjaga sirkulasi udara, mengurangi kelembapan, serta mencegah jamur dan bau tidak sedap di kamar mandi. Kini, pilihannya semakin beragam dengan desain yang fungsional sekaligus estetik.
VENTILASI kamar mandi menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Sebagai ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi, kamar mandi membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar tidak terasa pengap, berbau, maupun ditumbuhi jamur dan lumut.
Selain menjaga udara tetap segar, ventilasi juga membantu mengurangi kelembapan, memperpanjang usia perlengkapan kamar mandi, serta menjaga kebersihan dan kesehatan penghuni rumah.
Memilih ventilasi kamar mandi tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga fungsi dan kenyamanan penggunaannya. Pastikan jenis ventilasi yang dipilih sesuai dengan ukuran ruangan. Untuk kamar mandi berukuran kecil, jendela mungil atau exhaust fan biasanya sudah cukup untuk menjaga sirkulasi udara.
Sementara itu, kamar mandi yang lebih luas akan lebih optimal jika menggunakan kombinasi jendela dan ventilasi tambahan agar pertukaran udara berlangsung lebih maksimal. Selain itu, pilihlah material ventilasi yang tahan terhadap kelembapan, seperti aluminium, kaca, atau beton, karena lebih awet dibandingkan kayu. Jika tetap ingin menggunakan kayu, pastikan material tersebut telah dilapisi pelindung khusus agar tahan terhadap paparan air dan udara lembap.
Faktor privasi juga perlu diperhatikan dengan menggunakan kaca buram, jalusi, atau roster yang tetap memungkinkan udara mengalir tanpa mengurangi kenyamanan penghuni. Ventilasi yang baik juga sebaiknya mampu memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam kamar mandi.
Dengan demikian, ruangan akan terasa lebih terang, sehat, dan tidak mudah lembap. Pilih pula desain ventilasi yang selaras dengan konsep rumah. Ventilasi berbahan aluminium atau kaca blok cocok untuk hunian bergaya modern, sedangkan roster beton maupun jalusi kayu lebih sesuai untuk rumah bergaya klasik atau tropis.
Apabila kamar mandi tidak memiliki akses langsung ke udara luar, penggunaan exhaust fan menjadi solusi yang efektif untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik. Sebaiknya pilih exhaust fan yang hemat energi dan telah memenuhi standar SNI agar lebih aman dan efisien. Terakhir, pertimbangkan desain ventilasi yang mudah dibersihkan. Hindari model dengan kisi-kisi yang terlalu rapat karena cenderung lebih sulit dirawat dan mudah menjadi tempat menumpuknya debu maupun kotoran.
Ventilasi yang tepat tidak hanya membuat kamar mandi lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga kualitas udara, mengurangi kelembapan, serta mencegah munculnya jamur dan lumut.
Dengan banyaknya pilihan desain yang tersedia, ventilasi kini dapat menjadi elemen fungsional sekaligus mempercantik tampilan kamar mandi.

2. Material glass block jadi pilihan favorit untuk ventilasi kamar mandi minimalis. Foto: Pinterest/Sierra Glass Block
3. Untuk kamar mandi tanpa jendela atau ruang yang sangat tertutup, exhaust fan adalah solusi ideal yang bisa dipilih. Foto: pinterest/Hosen Gan
Bagi pemilik rumah minimalis, pilihan ventilasi kini semakin beragam. Desainnya tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu mempercantik tampilan kamar mandi.
Berikut inspirasi ventilasi kamar mandi minimalis yang bisa menjadi referensi dilansir dekoruma:
Ventilasi Kaca Blok (Glass Block)
Kaca blok menjadi salah satu pilihan favorit untuk ventilasi kamar mandi. Material ini mampu memasukkan cahaya alami sekaligus menjaga privasi. Kamar mandi pun terasa lebih terang tanpa mengurangi kenyamanan.
Ventilasi Kisi Aluminium
Ventilasi kisi aluminium cocok untuk rumah bergaya modern minimalis. Materialnya tahan karat, mudah dirawat, dan umumnya dipasang di bagian atas dinding agar sirkulasi udara tetap lancar.
Jendela Geser (Sliding Window)
Jendela geser menjadi pilihan praktis karena dapat dibuka sebagian maupun sepenuhnya sesuai kebutuhan. Model ini juga hemat ruang sehingga cocok untuk kamar mandi berukuran kecil.
Jendela Putar (Awning Window)
Ventilasi model awning dipasang di bagian atas dinding dengan bukaan ke arah luar. Desain ini memungkinkan udara tetap masuk meski hujan karena posisi kaca yang miring.
Exhaust Fan
Untuk kamar mandi tanpa jendela atau berada di ruang tertutup, exhaust fan menjadi solusi yang efektif. Alat ini bekerja mengeluarkan udara lembap sehingga ruangan tetap kering dan nyaman.
Jalusi Kayu
Ventilasi jalusi kayu memberikan kesan alami dan cocok dipadukan dengan rumah bergaya tropis maupun rustic. Agar lebih awet, gunakan pelapis antiair karena kayu rentan terhadap kelembapan.
Ventilasi Kaca Buram
Kaca buram memungkinkan cahaya masuk tanpa mengurangi privasi. Ventilasi ini juga dapat dipadukan dengan jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.
Ventilasi Atap (Roof Vent)
Ventilasi atap membantu mengalirkan udara lembap ke luar melalui bagian atas bangunan. Model ini cocok diterapkan pada kamar mandi yang berada di tengah rumah dan tidak memiliki akses ke dinding luar.
Ventilasi Roster Beton
Roster beton masih menjadi pilihan karena kuat, tahan lama, dan tersedia dalam berbagai motif. Selain berfungsi sebagai ventilasi, roster juga dapat menjadi elemen dekoratif bergaya industrial maupun rustic.
Kombinasi Jendela dan Exhaust Fan
Menggabungkan jendela dengan exhaust fan mampu menghasilkan sirkulasi udara yang lebih optimal. Jendela memasukkan udara segar, sedangkan exhaust fan mengeluarkan udara lembap.
Ventilasi Minimalis Tanpa Bingkai
Ventilasi tanpa bingkai umumnya berupa bukaan sederhana berbentuk persegi atau memanjang. Desain ini sesuai untuk rumah bergaya minimalis dan industrial yang mengutamakan kesederhanaan. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI