Buka konten ini
BATAM (BP) – Kepolisian mengungkap modus baru pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Batam. Jika sebelumnya pelaku lebih banyak menyasar sepeda motor yang terparkir di depan rumah atau memanfaatkan kelalaian pemilik yang lupa mengunci kendaraan, kini para pelaku menjalankan aksinya dengan berkeliling menggunakan mobil untuk mengelabui warga sekaligus memperlancar pelarian.
Modus tersebut terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Nongsa membekuk komplotan pencuri sepeda motor yang beraksi di kawasan Kelurahan Kabil. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku datang menggunakan mobil agar tidak menimbulkan kecurigaan warga. Kendaraan roda empat itu juga dimanfaatkan sebagai sarana pelarian setelah sepeda motor korban berhasil dibawa kabur.
Hasil penyelidikan menunjukkan komplotan tersebut memiliki pembagian tugas yang terstruktur. Seorang pelaku bertugas mengambil sepeda motor, sementara pelaku lainnya tetap berada di dalam mobil untuk memantau situasi di sekitar lokasi.
Bahkan, saat korban berusaha mengejar, mobil yang dikendarai pelaku sengaja digunakan untuk menghalangi laju korban sehingga pelaku utama memiliki cukup waktu untuk melarikan diri.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa Ipda Rayhan Aditya menjelaskan, sebelum beraksi para pelaku terlebih dahulu berpura-pura mengunjungi teman di kawasan perumahan agar keberadaan mereka tidak menimbulkan kecurigaan.
Setelah melihat korban masuk ke dalam rumah dan meninggalkan sepeda motor dalam kondisi mesin masih menyala untuk dipanaskan, pelaku langsung memanfaatkan kesempatan tersebut.
”Iya, pelaku berpura-pura datang mengunjungi temannya di perumahan. Saat melihat korban meninggalkan sepeda motor yang sedang dipanaskan lalu masuk ke rumah, mereka langsung menjalankan aksinya. Bahkan saat korban mengejar, kendaraan yang mereka gunakan dipakai untuk menghalangi korban,” ujar Rayhan.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat. Ironisnya, dua di antaranya merupakan ayah dan anak tiri. Anak tiri salah seorang pelaku diketahui berperan sebagai pengemudi mobil yang digunakan selama menjalankan aksi pencurian.
Meski para pelaku mengaku baru pertama kali menggunakan modus tersebut, penyidik masih terus melakukan pendalaman. Polisi menduga komplotan itu bukan pemain baru karena aksi yang dilakukan dinilai cukup terencana dengan pembagian peran yang rapi, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka pernah melakukan kejahatan serupa di lokasi lain.
Penggunaan mobil sebagai sarana melakukan tindak kejahatan juga menjadi perhatian kepolisian. Sebelumnya, Polsek Batuaji pernah mengungkap kasus pencurian hewan peliharaan yang dilakukan menggunakan mobil sewaan.
Fenomena ini menunjukkan kendaraan roda empat mulai dimanfaatkan pelaku untuk mempermudah aksi sekaligus mengelabui masyarakat.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono sebelumnya mengakui kasus pencurian sepeda motor di Batam masih tergolong tinggi. Karena itu, seluruh jajaran kepolisian diminta meningkatkan patroli, mempercepat pengungkapan setiap laporan masyarakat, serta mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO