Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), memastikan dana yang didapat dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) senilai Rp 429,25 miliar akan digunakan untuk memperkuat keberlanjutan bisnis melalui diversifikasi usaha berbasis kreativitas, pengembangan hak kekayaan intelektual, hingga ekspansi bisnis.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, mengatakan pengembangan bisnis RANS tetap bertumpu pada kekuatan figur publik yang dimiliki perusahaan dan keberlanjutan usaha harus didukung oleh diversifikasi produk dan layanan.
”Mengenai manfaat dari dana IPO Rp 429.250.000.000 itu, tentu ada beberapa hal yang akan digunakan. Basisnya adalah tetap pada ketenaran individu, tapi turunannya atau diversifikasi dari jasa itu penting untuk bisa keberlangsungan dari organisasi.” Ujar Darwin dalam konferensi pers, Kamis (10/7).
Darwin mengatakan, berdasarkan prospectus sekitar 38 persen dana IPO akan digunakan untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan pertunjukan yang melibatkan aktor lokal maupun internasional.
”Pengguna dana tak kena sebagian besar untuk melakukan kegiatan-kegiatan pentas dari aktor lokal maupun internasional. Itu kurang lebih 38 persen dari dana hampir dibulatkan Rp 439.000.000.000,” ujarnya.
Darwin melanjutkan, sekitar 18 persen dana dialokasikan untuk pengembangan intellectual property (IP), termasuk Cipungland yang dikembangkan sebagai wahana edukasi anak.
”Kemudian penggunaan lain lagi adalah untuk IP tadi intellectual property yaitu kurang lebih sekitar katakanlah 18 persen. Itu Cipungland. Cipungland itu kegiatan di mana untuk anak-anak yang sifatnya pendidikan, nah ini penting. Di mana 150 juta followers dan subscriber itu dunia pendidikan penting,” ucapnya.
Lanjutnya, ia menilai kreativitas merupakan aset utama RANS yang membedakannya dengan banyak perusahaan lain di pasar modal yang berbasis sumber daya alam.
Menurutnya, kreativitas tersebut harus dilindungi melalui hak atas kekayaan intelektual agar dapat terus menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.
”Dan kreativitas ini dilindungi dengan hak atas kekayaan intelektual. Jadi intellectual property rights itu menjadi basis dan turunan dari produk-produk kreativitas itu yang penting,” ungkapnya.
Selain pengembangan IP, sekitar 20 persen dana IPO juga disiapkan untuk mengakuisisi satu merek di sektor produk kecantikan (beauty consumer product).
”Termasuk katakanlah 20 persen untuk melakukan akuisisi satu brand beauty consumer product. Nah itu yang melihat bahwa sustainability dari organisasi RANS itu diharapkan bisa berlangsung dengan doa kita semua,” ungkapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI