Buka konten ini

PROGRAM Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Batam masih jauh dari potensi yang tersedia. Hingga Juni 2026, baru 51 peserta yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan rumah melalui Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT), padahal jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Batam mencapai sekitar 458 ribu orang.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, Budi Pramono, menyampaikan pihaknya mulai mendorong kolaborasi lebih erat dengan para pengembang perumahan di Batam agar akses kepemilikan rumah bagi pekerja semakin luas.
”Di Batam sampai Juni ini, program KPR baru diakses 51 peserta. Padahal peserta kami sekitar 458 ribu orang,” ujarnya (10/7).
Menurut dia, keterlibatan pengembang menjadi kunci untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan perumahan bagi pekerja. BPJS Ketenagakerjaan membuka ruang diskusi dengan para anggota Real Estate Indonesia (REI) agar program tersebut dapat dimanfaatkan lebih optimal.
Ia menjelaskan, Program Manfaat Layanan Tambahan tidak hanya menyediakan fasilitas KPR, tetapi juga mencakup pembiayaan uang muka perumahan (PWP), renovasi rumah, hingga kredit konstruksi bagi pengembang.
Untuk peserta, fasilitas Pinjaman Uang Muka Perumahan dapat diakses hingga Rp150 juta. Sementara pembiayaan KPR tersedia hingga Rp500 juta dan pinjaman renovasi rumah mencapai Rp200 juta. Di sisi lain, pengembang juga dapat memanfaatkan fasilitas kredit konstruksi untuk mendukung pembangunan perumahan.
”Program MLT ini tidak hanya untuk KPR, tetapi juga ada pinjaman uang muka, renovasi rumah, hingga kredit konstruksi bagi pengembang,” ujarnya.
Budi mengatakan, skema pembiayaan KPR melalui MLT menawarkan bunga yang mengacu pada BI-Repo Rate ditambah tiga persen.
Menurut dia, skema tersebut diharapkan menjadi solusi pembiayaan yang lebih terjangkau bagi pekerja sekaligus mendorong peningkatan kepemilikan rumah di Batam.
Ia optimistis sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, dan pengembang perumahan dapat memperluas pemanfaatan program tersebut.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan ribu orang, pasar pembiayaan perumahan dinilai masih sangat terbuka untuk digarap. (***)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI