Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Maskapai penerbangan asal negeri jiran Malaysia, Airasia resmi menghentikan layanan penerbangan langsung pada rute Singapura-Jakarta pada 1 Juli 2026.
Sebelumnya, Indonesia AirAsia melayani satu penerbangan langsung setiap hari untuk rute Singapura-Jakarta. Namun, mulai awal Juli mendatang, layanan tersebut dihentikan sebagai bagian dari penyesuaian jaringan penerbangan maskapai.
Dilansir The Straits Times, penumpang yang akan menuju Jakarta dari Singapura dengan layanan AirAsia akan diterbangkan terlebih dahulu ke Kuala Lumpur, Malaysia sebelum menuju ke Ibukota Indonesia.
Dengan kondisi tersebut maka penerbangan yang sebelumnya hanya memakan waktu kruang dari dua jam akan menjadi lebih dari 10 jam, tergantung lamanya waktu transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Chief Executive Officer (CEO) AirAsia X Group Bo Lingam, mengatakan AirAsia sedang mengoptimalkan jaringannya dengan mengalokasikan kembali kapasitasnya ke rute-rute yang berkinerja lebih baik.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa harga bahan bakar jet yang lebih tinggi akibat perang di Timur Tengah telah mendorongnya untuk mengurangi beberapa penerbangan.
“Perusahaan memanfaatkan layanan transitnya melalui Kuala Lumpur dan hub lainnya untuk menangkap permintaan secara lebih efisien,” ujar Bo Lingham dikutip The Strait Times, Senin(29/6).
Penghentian penerbangan tersebut merupakan tanda dari menyusutnya jejak Indonesia AirAsia di Singapura. Menurut situs web AirAsia, anak perusahaan mereka di Indonesia telah menangguhkan 36 rute penerbangan internasional dan domestik.
Penerbangan Brendan Sobie menyebut, sebelum pandemi Covid-19, Indonesia AirAsia merupakan maskapai asing terbesar kelima yang beroperasi di Bandara Changi. Pada puncaknya pada 2018 hingga Juli 2023, maskapai tersebut mengoperasikan 13 penerbangan setiap hari yang menghubungkan Singapura dengan berbagai kota di Indonesia.
Namun, operasinya terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Data OAG Aviation menunjukkan Indonesia AirAsia mengoperasikan 104 penerbangan dari Bandara Changi ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Juni 2025. Jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya 30 penerbangan pada Juni 2026.
Penurunan juga terjadi pada kapasitas kursi bulanan, dari rata-rata sekitar 36.000 kursi pada 2025 menjadi hanya 5.400 kursi pada Juni 2026. Tren penurunan tersebut semakin cepat setelah Indonesia AirAsia menghentikan penerbangan langsung Singapura–Bali pada April 2026. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
