Buka konten ini

BENGKONG (BP) – Satreskrim Polresta Barelang masih menyelidiki asal-usul proyektil yang menembus rumah warga di Kampung Bawean, RW 03/RT 03, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong. Hingga Jumat (12/6), polisi belum dapat memastikan sumber tembakan yang memicu keresahan warga tersebut.
Kasus ini mencuat setelah sebuah proyektil yang diduga peluru ditemukan di dalam rumah milik Ucok di Blok A Nomor 89. Benda itu diketahui menembus atap dan jatuh ke kamar saat penghuni sedang terlelap tidur pada Minggu (7/6) dini hari.
Ucok mengaku terkejut saat mengetahui ada benda asing yang masuk ke kamar keluarganya. Saat kejadian, ia bersama anggota keluarganya sedang beristirahat dan tidak menyadari adanya bahaya yang mengancam.
“Pelurunya lurus dari arah atas atap. Di kamar kami sedang tidur. Lurus dekat kaki kami sekeluarga. Takut juga sih,’’ ujar Ucok.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Proyektil yang ditemukan di lokasi telah diamankan polisi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Beberapa hari setelah kejadian, tepatnya Selasa (9/6), aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Polisi juga menelusuri kemungkinan arah datangnya proyektil yang menembus rumah warga itu.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian membenarkan bahwa pihaknya masih menangani kasus tersebut. Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah aspek teknis terus didalami penyidik.
“Masih dalam penyelidikan,’’kata Kompol Debby singkat saat dikonfirmasi, Jumat (12/6).
Sebelumnya, Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba juga membenarkan adanya temuan proyektil yang diduga peluru nyasar tersebut. Polisi memastikan tidak ada korban dalam insiden itu dan kini berfokus mengungkap sumber proyektil.
Sementara itu, warga berharap penyelidikan segera membuahkan hasil agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan tidak menimbulkan rasa khawatir di lingkungan permukiman. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : MUHAMMAD NUR