Buka konten ini

ZAPOPAN (BP) – Son Heung-min menahbiskan diri sebagai raja umpan gol di Major League Soccer (MLS/kompetisi kasta teratas di Amerika Serikat) 2026. Sonaldo –julukan Son Heung-min – mencatatkan sembilan umpan gol dalam 13 laga bersama Los Angeles FC (LAFC).
Total dalam dua musim pertama bersama LAFC, Son sudah mengoleksi 14 gol dan 20 umpan gol dari 22 kali penampilan. Performa moncer di MLS itu diharapkan Son berlanjut di Piala Dunia 2026 bersama Korea Selatan (Korsel). Khususnya saat Korsel melawan Republik Ceko dalam matchday pertama grup A di Estadio Akron, Zapopan, pagi ini (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 09.00 WIB).
Apalagi, Piala Dunia kali ini menjadi Piala Dunia keempat dan mungkin yang terakhir bagi Son. Usianya 33 tahun saat ini.
’’Piala Dunia pertama, kedua, ketiga, dan sekarang keempat, tidak ada bedanya. Pola pikirku tetap sama setiap kali datang ke Piala Dunia. Aku main, aku ingin menang,’’ ucap Son seperti dilansir dari Sport Daum.
Myung-bo Ingin Lebih Baik
Taegeuk Warriors –julukan Korsel– tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014. Saat itu, jadi debut Hong Myung-bo menukangi Korsel di Piala Dunia. Tahun ini, kali kedua Myung-bo melatih Korsel di Piala Dunia. Pelatih berusia 57 tahun itu pun ingin mendapatkan hasil lebih baik.
’’Sebuah kehormatan bisa datang ke sini (Piala Dunia) untuk kali kedua,’’ kata Myung-bo.
’’Meski kami gagal pada 2014, aku mendapat banyak pengalaman. Dari situ, aku bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk turnamen kali ini,’’ imbuhnya.
Main di Dataran Tinggi
Estadio Akron Stadium terletak pada ketinggian 1.571 meter di atas permukaan laut. Tertinggi kedua di antara venue Piala Dunia 2026 setelah Estadio Azteca dengan ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Korsel pun merasa sudah siap melakoni laga di dataran tinggi selama Piala Dunia 2026.
Alasannya, selama persiapan, Korsel menjalani pemusatan latihan di Salt Lake City, Utah, memiliki elevasi 1.460 meter di atas permukaan laut. Tactician Ceko Miroslav Koubek pun tidak memungkiri hal tersebut.
’’Penting bagi kami untuk beradaptasi cepat terhadap ketinggian karena lawan kami (Korsel) telah mempersiapkannya lebih dulu,” tutur Koubek dalam pre-match press conference kemarin (11/6) di laman resmi FIFA.
Simpan Ban Kapten Merah
Berstatus kapten Republik Ceko, bek tengah Ladislav Krejci hanya menyimpan satu ban kapten selama memperkuat timnas berjuluk Repre tersebut. Yaitu ban kapten yang berwarna merah.
Kali terakhir Krejci memakainya ketika Ceko memenangi playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA kontra Denmark (1/4).
Apa yang spesial dengan ban kapten merah tersebut? Tak lain karena ban kapten Ceko biasanya warna biru.
”Aku tidak menyimpan warna biru karena itu akan dipakai juga oleh kapten setelahku.
Kalau warna merah, aku menyimpannya karena langka,’’ tutur bek tengah Wolverhampton Wanderers itu dilansir dari iDNES.
Siap Main Bagus
BEK tengah Korea Selatan (Korsel) Lee Gi-hyuk bisa main starter lawan Republik Ceko pagi ini (12/6). Itu dengan asumsi Gi-hyuk yang berasal dari klub Gangwon FC mengungguli bek Kim Tae-hyeon (Kashima Antlers) yang dikabarkan berjuang pulih dari cedera.
Jika main, Gi-hyuk siap tampil bagus demi terpilih sebagai pemain terbaik bulanan K-League 1 (liga utama Korsel) edisi Mei 2026. Bek berusia 25 tahun itu bersaing dengan tiga nomine, yakni Kim Dae-won (striker Gangwon FC), Kim Hyung-geun (kiper Bucheon FC 1995), dan Tiago Pereira (striker Jeonbuk Hyundai Motors).
Gi-hyuk bermodal empat kali masuk tim terbaik K-League 1 setiap pekan. Paling banyak di antara pesaingnya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO