Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satpol PP, Kelurahan Sei Lakam Barat, serta Ketua RW setempat turun melakukan penertiban terhadap seorang perempuan yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Kamis (11/6).
Perempuan paruh baya berinisial Wt itu selama beberapa waktu diketahui tinggal di tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan A Yani, Kelurahan Sei Lakam Barat. Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan dan menjaga estetika kota.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Rachmadi, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi dan berupaya mencari solusi agar perempuan tersebut dapat kembali tinggal di rumahnya.
“Memang yang bersangkutan memiliki rumah. Namun kondisinya tidak layak huni karena atapnya bocor, sehingga ia memilih tinggal di sekitar JPO,” ujar Rachmadi.
Menurut dia, Dinas Sosial akan memberikan pendampingan dan bantuan agar Wt dapat kembali menempati rumahnya dengan layak. Salah satunya membantu pengurusan identitas diri serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah perbaikan darurat terhadap rumah tersebut.
“Atap rumah sudah dipasangi terpal agar tidak bocor. Barang-barang bekas yang menumpuk di dalam rumah juga sudah dibersihkan sehingga kondisinya lebih layak untuk ditempati,” katanya.
Untuk penanganan jangka panjang, Dinas Sosial berencana mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah daerah maupun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar rumah tersebut dapat diperbaiki secara permanen.
Sementara itu, Lurah Sei Lakam Barat, Darma Bakti, mengatakan upaya memulangkan Wt sebenarnya bukan kali pertama dilakukan.
“Beberapa bulan lalu kami pernah mengupayakan agar yang bersangkutan kembali ke rumahnya. Saat itu berhasil, tetapi beberapa hari kemudian ia kembali lagi ke JPO,” ujarnya.
Menurut Darma, Wt mengaku enggan tinggal di rumah karena sering dilempari batu oleh orang tidak dikenal. Meski demikian, setelah menerima banyak laporan dari masyarakat, tim gabungan kembali turun melakukan pendekatan persuasif.
“Alhamdulillah, setelah dipujuk, Wt bersedia kembali ke rumahnya. Rumah yang sebelumnya dipenuhi sampah dan barang-barang bekas juga sudah dibersihkan,” katanya.
Darma menambahkan, Dinas Sosial telah memberikan bantuan sembako kepada Wt. Pihak kelurahan juga berencana berkoordinasi dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terdekat agar perempuan tersebut dapat memperoleh makanan setiap hari.
“Harapannya kebutuhan dasar yang bersangkutan dapat terpenuhi dan ia bisa kembali tinggal dengan nyaman di rumahnya,” tutup Darma. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY