Buka konten ini

BATAM (BP) – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya peredaran vape yang mengandung etomidate. Zat tersebut kini mulai menjadi tren baru dalam penyalahgunaan narkotika dan dinilai sebagai ancaman serius karena dikemas dalam bentuk yang menyerupai rokok elektrik biasa.
Peringatan itu disampaikan menyusul keberhasilan Satresnarkoba Polresta Barelang mengungkap ribuan vape etomidate dalam sejumlah operasi yang dilakukan selama masa libur Iduladha 2026.
Menurut Anggoro, kemunculan vape etomidate menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Bentuknya yang menyerupai vape pada umumnya membuat barang terlarang tersebut lebih mudah beredar dan berpotensi menjangkau kalangan remaja maupun pengguna baru yang tidak memahami kandungan berbahaya di dalamnya.
“Dulu ekstasi menjadi salah satu narkotika yang banyak diminati. Namun saat ini kami melihat adanya kecenderungan vape etomidate mulai menjadi pilihan baru bagi para pengguna. Ini menjadi perhatian serius bagi kepolisian,” ujar Anggoro saat memimpin ekspose pengungkapan kasus narkoba di Mapolresta Barelang.
Dalam operasi tersebut, Satresnarkoba Polresta Barelang berhasil mengungkap delapan laporan polisi dan mengamankan 12 tersangka. Dari seluruh barang bukti yang disita, vape etomidate mendominasi dengan jumlah mencapai 2.672 unit dengan nilai sekitar Rp8 miliar. Nilai itu jauh lebih besar dibandingkan barang bukti narkotika lainnya yang turut diamankan.
Pengungkapan terbesar terjadi di sebuah mess perusahaan meubel di kawasan Teluk Tering, Batam Kota. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dua perempuan berinisial AL dan KS yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran vape etomidate dari Malaysia. Selain ribuan vape etomidate, petugas juga menyita ratusan butir ekstasi dan sejumlah paket sabu.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Barelang, Kompol Arsyad Riyandi, mengatakan para pelaku kini menggunakan metode distribusi yang semakin sulit dideteksi. Salah satunya melalui sistem “campak”, yakni menempatkan barang di lokasi tertentu tanpa adanya pertemuan langsung antara pengirim dan penerima. Menurut Arsyad, pihaknya masih terus mendalami jaringan yang memasok vape etomidate ke Batam. Sejumlah nama yang diduga menjadi pengendali jaringan dari Malaysia telah dikantongi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami juga menduga sebagian barang tersebut tidak hanya diedarkan di Batam, tetapi turut dikirim ke sejumlah daerah lain di Indonesia,” katanya.
Anggoro menegaskan bahwa tren vape etomidate tidak boleh dianggap sebagai fenomena biasa. Karena itu, ia meminta orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap penggunaan vape yang tidak jelas asal-usul maupun kandungannya.
“Jangan sampai masyarakat terkecoh karena bentuknya seperti rokok elektrik biasa. Ini adalah modus baru peredaran narkotika yang harus diwaspadai bersama. Kami akan terus melakukan penindakan, namun pencegahan dari lingkungan keluarga dan masyarakat juga sangat penting agar generasi muda tidak menjadi korban,” tegasnya. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO