Buka konten ini

BINTAN (BP) – PT ASDP Indonesia Ferry akan membangun dermaga kedua di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kabupaten Bintan. Kehadiran dermaga baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 guna meningkatkan pelayanan dan mengurai antrean kapal saat terjadi lonjakan penumpang maupun kendaraan.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan pembangunan dermaga kedua akan dilaksanakan tahun ini oleh PT Nindya Karya, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.
Meski pekerjaan fisik belum dimulai, sejumlah peralatan pendukung seperti tugboat dan tongkang telah terlihat di area Dermaga Bongkar Muat Kota Segara, Mentigi.
“Sepertinya masih tahap persiapan pekerjaan,” kata Ainul, Jumat (5/6).
Ia mengaku belum dapat memastikan jadwal pasti dimulainya pekerjaan maupun target penyelesaiannya. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, dermaga tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan pada 2027.
“Informasinya 2027 sudah bisa digunakan. Untuk bulan pastinya kami belum mendapat informasi,” ujarnya.
Menurut Ainul, keberadaan dua dermaga akan membuat operasional kapal RoRo di Pelabuhan ASDP Tanjunguban menjadi lebih lancar. Selama ini, kapal kerap harus menunggu giliran sandar saat trafik penyeberangan meningkat.
“Mudah-mudahan setelah ada dua dermaga, tidak ada lagi kapal yang harus antre di laut untuk sandar,” katanya.
Selain memperlancar pergerakan kapal, penambahan dermaga juga diharapkan mempercepat proses bongkar muat penumpang dan kendaraan sehingga waktu tunggu pengguna jasa dapat berkurang.
Salah seorang pengguna jasa kapal RoRo, Yani, menyambut baik rencana pembangunan dermaga kedua tersebut. Menurut dia, tambahan fasilitas itu akan sangat membantu, terutama saat musim libur panjang dan Hari Raya Idulfitri ketika jumlah penumpang meningkat signifikan.
Apalagi, Pelabuhan ASDP Telaga Punggur di Batam telah lebih dahulu memiliki dua dermaga yang mampu mendukung kelancaran arus penyeberangan.
“Kami menyambut positif. Saat libur besar seperti Lebaran, penumpang dari Uban ke Batam biasanya ramai. Kalau dermaganya bertambah, antrean bisa lebih cepat terurai karena pelayanan kapal juga lebih optimal,” ujarnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY