Buka konten ini

DI tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung, industri asuransi masih harus terus bernapas. Berbagai tantangan seperti volatilitas pasar, inflasi medis, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat turut mempengaruhi industri asuransi untuk menghadirkan perlindungan yang lebih relevan dan mudah dijangkau masyarakat.
“Volatilitas pasar dan kondisi makroekonomi global memengaruhi nilai investasi, sementara meningkatnya inflasi medis dan tekanan terhadap daya beli masyarakat menjadi tantangan yang terus dihadapi industri” ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia, Tony Benitez saat konferensi pers, Rabu (3/6).
Dalam menghadapi dinamika Industri tersebut, Tony mengatakan, perusahaan asuransi dituntut untuk mampu membangun kepercayaan nasabah.
”Kami tetap fokus memperkuat peran sebagai mitra terpercaya dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia, dengan menghadirkan solusi perlindungan yang semakin inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah di setiap tahap kehidupan,” ujarnya.
Sebagaimana laporan kinerja bisnis pada 31 Desember 2025, perusahaan mencatat pendapatan premi sebesar Rp 21,1 triliun, total aset sebesar Rp64,3 triliun, dan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun.
Dengan total pembayaran klaim dan manfaat yang mencapai Rp16 triliun, pencapaian ini menunjukkan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada Nasabah. Selain itu, rasio solvabilitas (Risk Based Capital) perusahaan juga mencapai 466 persen, jauh di atas persyaratan regulator.
Kondisi ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keunggulan dan relevansi bagi nasabah di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Baik melalui inovasi produk, penerapan teknologi, serta penguatan pengalaman nasabah secara menyeluruh (end-to-end).
“Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang berkelanjutan, kami optimistis dapat terus mendukung keluarga Indonesia dalam jangka panjang,” tutup Tony. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI