Buka konten ini

FLORENCE (BP) – Marco Bezzecchi membuktikan Ducati Lenovo Team bukan lagi tim yang superior saat mengaspal di markasnya, Sirkuit Mugello. Minggu malam WIB (31/5), Bezzecchi mengungguli pembalap Ducati, Francesco Bagnaia.
Pecco, panggilan akrab Bagnaia, bahkan harus finis di urutan ketiga. Pecco berjarak 39 detik di belakang Bezzecchi. Rekan setim Bezzecchi di Aprilia Racing, Jorge Martin finis 12 detik di posisi kedua dengan 12 detik lebih cepat dari Pecco.
Kemenangan Bezzecchi menyudahi dominasi pembalap-pembalap dari tim Ducati, yang selalu berdiri pada podium teratas di Mugello. Tradisi yang bertahan di Mugello sejak 2022.
’’Kemenangan fantastisku di sini (Mugello). Ini yang aku impikan sejak aku kecil,’’ sebut Bezzecchi, dilansir dari laman Speedcafe. Ini kali pertama Bezzecchi memenangi balapan di Mugello.
Bezzecchi mengaku, dulu dia sering ke Mugello menonton balapan bersama kedua orang tuanya. ’’Menang di Mugello adalah emosi yang tidak bisa dikatakan. Seperti juga melihat semua fans dan tim yang bahagia, penuh emosional,’’ tambahnya.
Martin Ingin Tetap Kompetitif
Sekalipun berhasil menjaga dominasi Aprilia dalam podium MotoGP Italia, Martin menyebut dia tetap kompetitif. Bahkan, Martin menyebut seharusnya dia bisa finis di depan Bezzecchi.
Martin finis 17 detik di belakang Bezzecchi. ’’Aku sudah mendorong batas dari kemampuanku untuk mengejarnya. Memberikan segalanya tidak cukup agar bisa mengalahkannya,’’ sebut Martin, dilansir dari laman GP One.
Maklum, Martin merupakan rival terdekat Bezzecchi pada perburuan gelar juara dunia MotoGP musim ini. Keduanya terpaut 17 poin. Martin baru mencatat 156 poin. Bezzecchi 173 poin.
Meski begitu, dia dan Bezzecchi tetap sama-sama saling mendukung ketika di luar balapan.
’’Kemampuanku semakin meningkat juga berkat Marco. Aku pun butuh tiga kali bekerja lebih keras untuk mengalahkannya,’’ tegas Martin. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO