Buka konten ini

BIAK (BP) – Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Papua dikerahkan ke Kabupaten Biak Numfor untuk menyisir lokasi ledakan hebat yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II. Penyisiran dilakukan guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak berbahaya di sekitar lokasi kejadian.
Ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5), menewaskan lima orang, menyebabkan sejumlah warga luka-luka, serta merusak belasan rumah di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan tim khusus telah disiapkan untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh di area terdampak.
“Siang ini direncanakan Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua akan bertolak ke Biak. Teknis pelaksanaan menunggu tim,” ujar Cahyo saat dikonfirmasi, Senin (1/6).
Selain pengamanan lokasi, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih memfokuskan upaya pada penanganan korban dan proses evakuasi warga terdampak.
Berdasarkan data terbaru, ledakan tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, tiga orang masih dinyatakan hilang, dan 19 warga mengalami luka ringan. Sebanyak 55 warga yang terdiri atas tiga balita dan 52 orang dewasa juga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terdampak ledakan.
Ledakan turut menghancurkan sembilan rumah dan merusak ringan tiga rumah lainnya di sekitar titik kejadian.
Lima korban meninggal yang telah dievakuasi ke RSUD Biak masing-masing Deflin Raubaba, 41; Moris Raubaba, 24; Karmila Ayorbaba, 25; Israel Raubaba, 7; dan Isril Raubaba, 5. Seluruh korban direncanakan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Surido, Distrik Biak Kota.
Sementara itu, tim gabungan dari Polres Biak Numfor, TNI, Basarnas, dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor masih melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan, yakni Yulianus Raubaba, 26, Lai Madura, 45, dan Anis Marandof, 27.
Beberapa potongan tubuh korban juga dilaporkan telah ditemukan dan saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Menurut keterangan kepolisian, ledakan terjadi sekitar pukul 14.45 WIT di bawah salah satu rumah panggung yang berada di kawasan tersebut. Suara ledakan keras sempat memicu kepanikan warga sekitar.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam untuk para korban. Saat ini, fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian,” kata Cahyo.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.Dugaan sementara mengarah pada ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang masih tersimpan di kawasan tersebut. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK