Buka konten ini

PRESIDEN Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin.
Usai upacara, Prabowo dan Megawati tampak meninggalkan lokasi kegiatan sambil tersenyum dan bergandengan tangan. Momen tersebut terpantau melalui siaran daring.
Sebelumnya, Prabowo juga terlihat memasuki area upacara bersama Megawati yang menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain bersama Megawati, Prabowo juga tampak berbincang dengan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin. Dalam perbincangan tersebut hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo dan Megawati diketahui pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2009. Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo juga mengakui peran Megawati yang pernah memberikan dukungan kepadanya ketika belum berada di pemerintahan.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI, 20 Mei 2026, Prabowo menyebut Megawati pernah menginstruksikan jajarannya agar tidak menghambat dirinya dalam mengikuti tender pemerintah. Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan yang saat ini berada di luar pemerintahan, serta menekankan pentingnya peran oposisi dalam menjaga fungsi pengawasan dan keseimbangan kekuasaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap pertemuan Prabowo dan Megawati dapat menjadi momentum membahas berbagai isu strategis terkait arah masa depan bangsa dan negara.
“Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo. Karena itu, pertemuan tersebut diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan,” kata Hasto.
Menurut Hasto, hubungan Prabowo dan Megawati selama ini terjalin baik dan dilandasi komitmen yang sama dalam menjaga persatuan nasional serta memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menilai komunikasi, rasa hormat, dan hubungan baik antar-tokoh bangsa tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan, hingga masalah sosial.
“Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat dialog kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek,” ujar Hasto. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR