Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Persaingan industri perbankan syariah di Indonesia semakin mengarah pada penguatan layanan digital, pendekatan komunitas, dan perluasan inklusi keuangan. Di tengah perubahan perilaku nasabah yang makin mengutamakan layanan praktis dan berbasis nilai, bank syariah kini tak lagi hanya bersaing lewat produk, tetapi juga kedekatan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Situasi itu yang mendorong BCA Syariah memperkenalkan proposisi merek baru bertajuk Sahabat Berkahmu bertepatan dengan usia perseroan yang ke-16. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas peran di tengah pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Tak hanya memperkuat identitas merek, langkah tersebut juga dibarengi pengembangan layanan digital, perluasan kolaborasi komunitas, serta penetrasi ke segmen generasi muda yang dinilai menjadi pasar potensial industri perbankan syariah ke depan.
Hingga April 2026, total aset BCA Syariah diklaim tercatat mencapai Rp 19,9 triliun atau tumbuh 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu turut ditopang 79 jaringan layanan yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, penguatan proposisi merek dilakukan untuk mempertegas posisi perusahaan sebagai mitra finansial berbasis syariah yang lebih dekat dengan kehidupan nasabah.
”Selama 16 tahun, kami telah menemani perjalanan finansial masyarakat Indonesia. Sahabat Berkahmu adalah penegasan bahwa ke depan, kami ingin hadir lebih dalam, bukan hanya di transaksi, tetapi di setiap ikhtiar nasabah dalam mencapai kehidupan yang lebih baik dan penuh berkah,” ujar Yuli melalui keterangannya.
Sebagai implementasi strategi tersebut, BCA Syariah menjalankan tiga langkah utama secara bersamaan. Pertama, memperkuat layanan digital melalui pembaruan aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah yang mengintegrasikan transaksi harian, kebutuhan ibadah, hingga investasi syariah dalam satu platform.
Selain itu, memperluas kemitraan dengan institusi dan komunitas Islam yakni menjalin kerja sama baru dengan Masjid Istiqlal dan Masjid Raya Bintaro Jaya, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mitra yang telah berjalan sebelumnya.
”Kami memperluas penetrasi ke segmen baru, khususnya generasi muda, melalui program literasi keuangan syariah dan berbagai aktivitas komunitas yang lebih relevan dengan keseharian Masyarakat, terang Yuli.
Senior Vice President Dana Jasa dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah Mia Rahma Amalia menilai, pendekatan berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.
”Menjadi sahabat berarti hadir di mana nasabah berada, di aplikasi mereka, di masjid mereka, di komunitas mereka, dan di setiap tahap perjalanan hidup mereka. Itulah yang sedang kami bangun,” kata Mia.
Yuli mengatakan, langkah ini menjadi awal penguatan posisi BCA Syariah di tengah perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis digital dan prinsip syariah.
”Ini adalah titik awal penguatan peran BCA Syariah di tengah masyarakat. Selama masih ada langkah yang ditempuh dan harapan yang diperjuangkan, kami akan senantiasa mendampingi layaknya sahabat,” ucap Mia. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor :ANDRIANI SUSILAWATI