Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi dan menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi investor asing dalam menjalankan bisnis di Indonesia.
Komitmen itu disampaikan Purbaya saat mengumpulkan para duta besar negara sahabat serta asosiasi bisnis internasional dalam International Seminar on Debottlenecking Channel di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menjelaskan pemerintah kini menjalankan pendekatan baru melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) Debottlenecking. Ia menyebut, satgas ini menjadi wadah bagi investor dan pelaku usaha untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
“Saya mendengarkan dari sektor swasta apa masalah mereka dan kami menyelesaikan masalah tersebut. Pada akhirnya kami juga akan memperbaiki regulasi. Menurut saya, itu adalah pendekatan yang lebih baik dan akan memberikan hasil yang lebih cepat karena kami menangani masalah nyata yang dihadapi oleh komunitas bisnis di negara kita,” ujar Purbaya.
Bendahara Negara ini membeberkan bahwa saat ini pemerintah rutin menggelar sidang mingguan debottlenecking guna membahas satu hingga dua kasus yang dihadapi para pelaku usaha. Dengan mekanisme itu, Purbaya optimistis kondisi investasi Indonesia akan semakin kompetitif dalam setahun ke depan.
Sejak diluncurkan pada 16 Desember 2025, Purbaya menyebut layanan Debottlenecking telah menerima 142 pengaduan. Sebanyak 83 pengaduan telah dibahas secara terbuka dan 45 di antaranya diklaim sudah diselesaikan.
“Dengan ini saya memastikan mekanisme yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi kekhawatiran investor tentang perizinan dan proses yang lancar terkait kekhawatiran investor mengenai investasi dan bisnis mereka di Indonesia,” beber Purbaya.
Dengan jaminan itu, Purbaya pun secara terbuka mengundang investor global untuk menanamkan modal di Indonesia. Bahkan, Purbaya menjanjikan pemerintah akan turun tangan langsung apabila ada hambatan yang mengganggu proses bisnis investor.
“Jadi para duta besar, pengusaha yang menghadiri pertemuan ini, jika Anda menghadapi masalah dalam menjalankan bisnis Anda di negara ini, beri tahu kami. Kami akan memastikan bahwa kami akan menghilangkan hambatan tersebut sesegera mungkin.
Mungkin dalam satu atau lebih proses, tetapi kami pasti akan menghilangkannya,” tegasnya.
“Dengan ini saya mendorong semua investor dari seluruh dunia untuk berinvestasi dengan percaya diri di negara Indonesia yang menjanjikan ini,” sambung Purbaya.
Purbaya menekankan peran sektor swasta sangat penting untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029. Sebab, kontribusi belanja pemerintah terhadap perekonomian hanya sekitar 10 persen, sementara 90 persen lainnya berasal dari aktivitas sektor swasta.
Tanpa partisipasi sektor swasta yang signifikan, kata dia, hampir mustahil untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen pada tahun 2029 mendatang.
”Oleh karena itu kami memahami bahwa kita perlu meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita. Memiliki iklim bisnis yang lebih baik, kebijakan investasi yang kredibel, kerangka hukum yang kuat dan konsistensi penegakan hukum adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita,” pungkasnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI