Buka konten ini
SEIBEDUK (BP) – Persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, kembali menuai keluhan warga. Kondisi jalan gelap itu disebut telah berulang kali terjadi hampir selama setahun terakhir, namun hingga kini belum juga mendapat penanganan tuntas.
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terhadap sistem pengawasan dan perawatan PJU di Kota Batam. Padahal, penerangan jalan dinilai menjadi kebutuhan dasar warga, terlebih Batam dikenal sebagai kota industri dan investasi.
Saat dikonfirmasi Batam Pos, Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum Dinas Bina Marga Kota Batam, Kukuk Slamet Prianto, justru mengaku belum mengetahui adanya lampu jalan yang padam di kawasan tersebut.
“Emang ada yang mati ya?” kata Kukuk saat dihubungi, Selasa (12/5) siang.
Ia kemudian meminta agar titik lokasi serta dokumentasi kerusakan dikirimkan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
“Nanti itu biar dicek. Ada enggak foto-fotonya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah keluhan masyarakat yang menyebut kondisi PJU padam sudah berlangsung cukup lama. Apalagi, Dinas Bina Marga selama ini mengklaim rutin melakukan patroli malam guna memantau kondisi lampu jalan di seluruh wilayah Batam.
“Patroli setiap malam. Jadi kalau saat patroli bisa langsung ditangani, ya langsung diperbaiki, tidak perlu tunggu material lagi,” jelas Kukuk.
Meski demikian, ia mengatakan tidak semua kerusakan dapat langsung diperbaiki. Jika membutuhkan material atau komponen tertentu, proses perbaikan harus menunggu ketersediaan alat pendukung.
“Kalau material tidak tersedia, biasanya besoknya baru dieksekusi setelah patroli,” katanya.
Saat ditanya mengenai penyebab persoalan PJU yang terus berulang di sejumlah kawasan, Kukuk menyebut faktor kerusakan cukup beragam dan harus dipastikan terlebih dahulu melalui pengecekan lapangan.
“Harus dicek dulu penyebab matinya apa. Bisa karena kabel rusak, jaringan putus, material bermasalah, atau lampu bolanya memang sudah expired,” ujarnya.
Selain faktor teknis, pencurian kabel juga disebut masih menjadi salah satu penyebab terganggunya jaringan penerangan jalan di beberapa wilayah Batam.
“Kadang kabel dicuri orang. Penyebab mati lampu ini banyak,” katanya lagi.
Kukuk juga mengakui sebagian lampu jalan di Batam masih menggunakan sistem dan material konvensional yang membutuhkan penyesuaian saat dilakukan penggantian.
“Sekarang jenis lampu banyak. Mungkin lampu konvensionalnya memang sudah kurang baik,” ujarnya.
Meski begitu, pihaknya memastikan laporan PJU padam di kawasan Mangsang akan segera ditindaklanjuti. Dinas Bina Marga berjanji melakukan pengecekan lapangan dan perbaikan dalam waktu dekat.
“Nanti kita cek dulu kendala dan penyebabnya seperti apa. Dalam waktu dekat akan kita perbaiki,” tegasnya.
Sebelumnya, persoalan PJU padam di sejumlah kawasan permukiman Batam juga kerap dikeluhkan warga. Selain mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari, kondisi jalan gelap dinilai rawan memicu kecelakaan hingga tindak kriminalitas.
Warga berharap perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak lagi bersifat sementara. Pasalnya, di beberapa titik lampu jalan disebut hanya menyala dalam waktu singkat sebelum akhirnya kembali padam. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO