Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Puluhan nelayan asal Numbing, Kabupaten Bintan, mendatangi Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (12/5). Mereka menuntut penghentian aktivitas sedimentasi pasir laut yang dinilai merusak ekosistem dan mengganggu ruang tangkap nelayan.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti keberadaan kapal sedimentasi yang disebut semakin mengancam mata pencaharian nelayan pesisir di wilayah Kepri.
Koordinator aksi, Rudi Herdiawan, mengatakan kedatangan mereka untuk meminta kepastian tindak lanjut pemerintah terhadap keluhan masyarakat nelayan yang terdampak aktivitas pengerukan pasir laut.
“Katanya Pemprov mau turun ke lokasi, tapi sampai sekarang belum dilakukan. Karena itu kami kembali datang bersama masyarakat nelayan,” ujar Rudi.
Ia menyebut aktivitas sedimentasi tidak hanya berdampak bagi nelayan Numbing, tetapi juga dirasakan nelayan dari empat kecamatan lain hingga wilayah Lingga.
Menurutnya, perairan Numbing selama ini menjadi salah satu lokasi utama mencari nafkah bagi nelayan tradisional. Bahkan, kata dia, pernah terjadi jaring nelayan putus setelah ditabrak kapal sedimentasi.
“Pernah jaring mereka ditabrak hingga putus oleh kapal sedimentasi,” katanya.
Selain itu, aktivitas sedimentasi disebut membuat air laut semakin keruh dan merusak wilayah tangkap ikan. Dari hasil mediasi dengan pemerintah, nelayan mendapat informasi bahwa Pemprov Kepri akan membentuk tim untuk turun langsung menemui masyarakat terdampak.
“Besok mereka akan membentuk tim untuk turun menemui nelayan. Kami meminta lokasi pertemuan dilakukan di Kijang karena menjadi pusat penampungan hasil tangkapan nelayan Bintan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kepri, Misni, mengatakan pemerintah daerah akan mengambil langkah sesuai kewenangan yang dimiliki. Ia menjelaskan, izin sedimentasi pasir laut tersebut diterbitkan pemerintah pusat.
Karena itu, kata Misni, keluhan para nelayan akan diteruskan ke pemerintah pusat. Pemprov Kepri juga berencana turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi di lapangan. “Nanti kita akan turun langsung menemui warga yang terdampak sedimentasi ini,” ujarnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY