Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pasar mobil bekas di Jepang mencatat rekor tertinggi pada 2025. Lonjakan harga mobil baru membuat semakin banyak konsumen beralih ke kendaraan secondhand.
Seperti dilansir Kyodo, Kamis (7/5), nilai pasar mobil bekas mencapai 5,32 triliun yen (sekitar Rp585,2 triliun). Angka itu melonjak 54,8 persen dibanding lima tahun lalu.
Harga rata-rata mobil bekas juga ikut naik tajam. Kini mencapai 1,75 juta yen (sekitar Rp192,5 juta), naik 397 ribu yen (sekitar Rp43,6 juta) dibanding 2020.
Sebagai perbandingan, harga rata-rata mobil baru mencapai 3,5 juta yen (sekitar Rp385 juta). Selisih harga ini membuat mobil bekas semakin menarik bagi konsumen.
Lembaga riset afiliasi Recruit Holdings Co. menyebut perubahan perilaku masyarakat ikut berpengaruh. Stigma terhadap barang bekas mulai memudar.
Peneliti Yoshiko Yokota mengatakan penggunaan aplikasi jual-beli online turut mendorong tren ini. Konsumen kini lebih nyaman membeli kendaraan bekas yang masih relatif baru.
Survei menunjukkan hampir 40 persen mobil yang dibeli dalam setahun terakhir merupakan mobil bekas. Permintaan tinggi terutama datang untuk SUV dan kendaraan hybrid.
Harga SUV bekas rata-rata mencapai 2,92 juta yen (sekitar Rp321,2 juta). Nilainya naik 25,6 persen dibanding 2020.
Di tengah inflasi berkepanjangan, mobil kecil bekas dengan harga murah juga semakin populer. Tren ini diperkirakan terus mendorong pertumbuhan pasar.
Survei dilakukan pada Agustus 2025 terhadap 10.268 responden di seluruh Jepang. Hasilnya menunjukkan pasar mobil bekas kini menjadi salah satu sektor otomotif paling agresif tumbuh. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI