Buka konten ini

SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam menjadi sekolah pertama di Bintan yang disasar PT ESCO Bintan Indonesia untuk perekrutan tenaga kerja lokal secara langsung di lingkungan sekolah.
Sebanyak 47 lulusan mengikuti rangkaian tes masuk kerja mulai dari tes tertulis, praktik, hingga wawancara yang digelar di sekolah tersebut di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (7/5).
Kepala SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Mustafa Kamal, mengatakan peserta yang mengikuti seleksi terdiri dari lulusan baru maupun alumni dari tahun sebelumnya.
“Sebanyak 47 lulusan mendaftar dan mengikuti tes kerja,” ujar Kamal.
Ia menjelaskan, perekrutan langsung di sekolah bermula dari evaluasi perusahaan terhadap taruna dan taruni SMKN 1 Seri Kuala Lobam yang mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) dan kelas industri di PT ESCO.
Menurut dia, perusahaan tertarik dengan hasil kerja para siswa selama menjalani PKL dan kelas industri sehingga memutuskan membuka rekrutmen langsung bagi lulusan sekolah tersebut.
Kamal menyebutkan, para taruna dan taruni dibekali karakter dan disiplin yang kuat selama menempuh pendidikan.
Hal itu menjadi salah satu nilai tambah di mata perusahaan karena lulusan dinilai lebih disiplin dan cepat tanggap dalam bekerja.
Ia berharap pola perekrutan langsung di sekolah dapat rutin dilakukan setiap tahun agar semakin banyak lulusan terserap ke dunia kerja.
HR Executive PT ESCO Bintan Indonesia, Nadila Embunsari, mengatakan pihak perusahaan memang telah menjalin kerja sama PKL dan kelas industri dengan SMKN 1 Seri Kuala Lobam.
Melalui program tersebut, perusahaan dapat memantau langsung kemampuan dan keterampilan yang dimiliki siswa. Nadila menjelaskan, lowongan yang dibuka pada rekrutmen tersebut adalah operator produksi.
“Nantinya peserta yang lulus akan ditempatkan di bagian mesin processing, pengelasan, dan assembly,” katanya.
Ia berharap rekrutmen langsung di sekolah dapat menjaring talenta terbaik untuk kebutuhan perusahaan. PT ESCO juga membuka peluang untuk menggelar perekrutan rutin langsung di sekolah pada masa mendatang. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY