Buka konten ini

Fachrimsyah. FOTO: Slamet Nofasusanto/Batam Pos
BINTAN (BP) – Dinas Perikanan Bintan mengusulkan 12 lokasi untuk menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menata aktivitas perikanan lebih terintegrasi.
Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah, mengatakan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah turun langsung ke Bintan untuk melakukan verifikasi lahan.
“Tim memverifikasi kesesuaian lahan serta memastikan status lahan clear and clean. Kami tinggal menunggu dari 12 lokasi yang diusulkan, mana yang nantinya disetujui,” ujar Fachrimsyah, belum lama ini.
Sebanyak 12 lokasi yang diusulkan yakni Mapur, Numbing, Dendun, Air Klubi, Malang Rapat, Teluk Bakau, Berakit, Pengudang, Kuala Sempang, Busung, Tembeling Tanjung, dan Pangkil.
Fachrimsyah menjelaskan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih dirancang seperti kawasan pelabuhan terpadu yang terpusat dalam satu lokasi.
Di kawasan tersebut nantinya akan dibangun pelabuhan, tempat bongkar muat ikan, tempat penampungan hasil tangkapan, fasilitas pengisian BBM untuk nelayan, hingga bengkel.
“Lengkap dan terpusat di satu titik, jadi aktivitas nelayan tidak terpencar-pencar. Nanti juga ada pengurusnya, saat ini masih proses perekrutan manajernya,” katanya.
Ia menambahkan, setiap lokasi diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp22 miliar yang bersumber dari APBN.
Menurutnya, program itu diharapkan dapat membantu menstabilkan harga ikan sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nelayan di Bintan. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY