Buka konten ini

BATAM (BP) – Industri content creator Indonesia terus berkembang pesat. Kontribusi sektor kreatif digital kini telah mencapai Rp450 triliun, dengan jumlah content creator aktif diperkirakan mencapai 12-15 juta orang.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada Desember 2025, di sektor kecantikan, pertumbuhan ini semakin signifikan, pendapatan pasar kosmetik Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp35,6 triliun dan diproyeksikan tumbuh 4,73 persen per tahun, dengan content creator sebagai salah satu pendorong utama strategi pemasaran brand.
Merespons momentum ini, ratusan content creator berkumpul dalam forum Exclusive Matchmaking Beauty Brand Day pada Jumat (26/6) di Jakarta, sebuah forum yang mempertemukan belasan brand kecantikan dengan ratusan content creator untuk menjajaki peluang kolaborasi secara langsung.
”Matchmaking Beauty Brand Day adalah ruang yang kami hadirkan untuk menjawab tantangan yang selama ini ada, brand kesulitan menemukan kreator yang tepat, dan kreator pun tidak selalu punya akses langsung ke brand yang mereka inginkan. Di forum ini, kami memberikan wadah bagi keduanya untuk bertemu langsung, saling memahami, dan membangun kolaborasi,” kata COO Otto Media Grup, Firman Chen kepada wartawan di Jakarta.
Terdapat 13 brand kecantikan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni Wosh Day, Carasun, Ignio Man, In The Mood For, BC Skin, Brasov, NEWLAB+, Bonvie, Bodify, Deorex, Derma Express, Loruva dan NDR. Selama acara berlangsung, peserta mengikuti sesi networking dan business matching.
Brand dapat mengenal profil serta audiens para kreator, sementara kreator memperoleh pemahaman langsung tentang kebutuhan komunikasi masing-masing brand. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi workshop eksklusif yang dihadiri oleh dua kreator, Alfina Alrasyid dan Shela Oktav.
Kreator Konten, Alfina Alrasyid menyampaikan, sebagai kreator, tantangan terbesar bukan hanya soal konten, tapi menemukan brand yang benar-benar sejalan dengan nilai dan audiens yang saya miliki.
”Acara seperti ini penting bagi kreator, karena memberikan ruang untuk terhubung langsung dengan brand,” katanya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI