Buka konten ini

Berawal dari produksi thinner rumahan, Cargloss kini menjadi raksasa otomotif nasional dan terus melaju di usia 40 tahun. Perusahaan ini juga memperkuat bisnis dan regenerasi di tengah persaingan yang kian ketat.
SUASANA hangat terasa di Citeureup, Bogor, ketika lebih dari seribu undangan berkumpul merayakan 40 tahun perjalanan Cargloss Group. Di balik perayaan itu, tersimpan kisah panjang tentang ketekunan dan keberanian memulai dari nol—sebuah perjalanan yang membawa Cargloss dari industri rumahan menjadi salah satu pemain besar di industri otomotif Indonesia.
Semua bermula pada 1975, saat produksi thinner dilakukan dalam skala kecil. Sederhana, namun penuh tekad. Langkah awal itu kemudian berkembang hingga pada 1985 Cargloss resmi berdiri sebagai perusahaan. Sejak saat itu, bisnis terus bertumbuh, mengikuti denyut perkembangan industri otomotif nasional yang kian dinamis.
Kini, Cargloss hadir dengan lini usaha yang terintegrasi. Mulai dari industri cat otomotif, bahan kimia kendaraan, manufaktur helm, hingga jaringan distribusi dan ritel.
Perkembangan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membaca peluang sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.
Founder Cargloss, Harry Suherman, menegaskan bahwa perjalanan panjang ini tidak hanya bertumpu pada bisnis semata, tetapi juga relasi yang terbangun selama puluhan tahun.
“Pertumbuhan ini bukan hanya soal usaha, tetapi juga kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan mitra serta pelanggan,” ujarnya.
Memasuki usia ke-40, Cargloss juga menandai babak baru melalui regenerasi kepemimpinan. Tongkat estafet kini diserahkan kepada generasi kedua—Ryan Saputra, Eric Saputra, dan Lorenz Saputra—yang diharapkan mampu membawa perusahaan tetap relevan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Di luar lini bisnis, Cargloss juga memiliki peran dalam dunia motorsport nasional. Dukungan terhadap berbagai ajang balap, termasuk melalui pengelolaan Arai Indonesia, menjadi bukti kontribusi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem otomotif. Dari lintasan motocross hingga balap internasional, Cargloss ikut ambil bagian dalam perjalanan tersebut.
Perayaan empat dekade ini bukan sekadar refleksi, tetapi juga pijakan untuk melangkah lebih jauh. Inovasi produk, perluasan jaringan distribusi, serta adaptasi terhadap tren kendaraan modern menjadi fokus ke depan. “Kami ingin terus berkembang dan memberi kontribusi lebih besar bagi industri otomotif Indonesia,” kata manajemen Cargloss.
Dari langkah kecil di rumah hingga menjadi bagian penting industri otomotif nasional, kisah Cargloss menunjukkan bahwa konsistensi dan keberanian berinovasi mampu membawa sebuah usaha melampaui batas yang pernah dibayangkan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI