Buka konten ini

PERCEKCOKAN antar rekan kerja di salah satu food market kawasan Nagoya Thamrin, Batam, berujung aksi penikaman. Seorang pria menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis karambit di Blok C Komplek Nagoya Thamrin City, Kelurahan Lubukbaja Kota, Kecamatan Lubukbaja, Kamis (23/4) sekitar pukul 22.05 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat korban pulang bekerja dan melintas di lokasi kejadian. Tiba-tiba pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Beat Street, menghentikan kendaraannya, lalu menghampiri korban sambil mengajak berkelahi di tengah jalan.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya dan menyabet lengan kiri korban menggunakan karambit. Korban sempat melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah pelaku sebelum berusaha melarikan diri.
Namun, pelaku terus mengejar korban. Dalam aksi tersebut, pelaku kembali menyerang dan menusukkan senjata tajam ke bagian perut serta pinggang korban. Setelah melukai korban, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kapolsek Lubukbaja Kompol Deni Langie mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan kejadian tersebut.
“Begitu menerima informasi, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku yang melarikan diri usai kejadian,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku berada di kawasan Punggur, Kecamatan Nongsa. Tim gabungan Opsnal Jatanras Polda Kepri bersama Unit Reskrim Polsek Lubukbaja kemudian bergerak menuju lokasi.
“Pelaku berhasil kami amankan pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.15 WIB di wilayah Punggur tanpa perlawanan, kemudian langsung dibawa ke Polsek Lubukbaja untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Deni.
Berdasarkan pemeriksaan awal, motif penganiayaan diduga dipicu rasa sakit hati. Pelaku dan korban diketahui bekerja di tempat yang sama dan sebelumnya sempat terlibat perselisihan terkait pembagian shift jam istirahat.
“Pelaku mengaku emosi karena merasa sering dibully oleh korban, sehingga nekat melakukan penganiayaan tersebut,” tutup Deni. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO