Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Upaya Pemerintah Kota Batam mempercantik wajah kota melalui pembangunan pedestrian dengan anggaran besar menghadapi ironi di lapangan. Sejumlah jalur pejalan kaki justru beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan.
Kondisi tersebut terlihat di kawasan Greenland, Teluktering, Batam Kota. Sepanjang Jalan Raja M Tahir, area pedestrian di kedua sisi jalan dipadati kendaraan yang parkir, sehingga tidak dapat digunakan oleh pejalan kaki. Padahal, fasilitas itu dibangun untuk menunjang mobilitas warga secara aman dan nyaman.
Alih fungsi ini terjadi meski Dinas Perhubungan telah menetapkan marka parkir di lokasi tersebut. Di lapangan, kendaraan tetap memadati bahu jalan hingga ke jalur pedestrian. Bahkan, petugas parkir tampak berjaga dan memungut retribusi dari kendaraan yang terparkir.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan serta ketidaktegasan dalam penegakan aturan.
“Pedestrian itu bukan untuk parkir. Itu jelas diperuntukkan bagi pejalan kaki,” ujarnya, Jumat (24/4).
Menurut Arlon, meskipun sektor parkir berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), penetapan titik parkir tidak boleh mengorbankan fungsi fasilitas publik. Ia menegaskan, kepentingan pejalan kaki harus menjadi prioritas dalam penataan kota.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra Batam sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara. Kawasan Green Land, kata dia, merupakan jalur strategis yang dilalui pengunjung dari Pelabuhan Internasional Batam Centre menuju pusat kota.
“Kota ini sudah dipercantik dengan anggaran besar. Jangan sampai justru dirusak dengan menjadikan pedestrian sebagai tempat parkir,” katanya.
Komisi III DPRD Batam, lanjut Arlon, berencana turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi tersebut sekaligus mencari solusi penataan yang lebih tepat.
Sementara itu, Kepala UPT Parkir Kota Batam, Alex, belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO